KasihNya

Bumi ciptaanNya cukuplah luas

darat, lautan semuannya berpenghuni

semuannya mendapat rezekinya takkan habis

kita mengais tiap harinya makanan disini, di bumi ini

jika toh burung saja terbang pagi perut kosong

pulang kesarang perut kenyang

begitulah kesehariannya, tak khawatir rezeki habis

kita berakal, penuh langkah, kuku bisa tajam

khawatir yang sangat akan kehabisan rezeki

mana tawakkal  tanda iman di hati bersemayam

ataukah kita lebih rendah dari burung

atau seburuk buruk hewan melata

Dialah Yang empunya kekayaan maha kasih tak pilih kasih

mari tawakkal  setelah segenap diri berusaha

Layakkah diriku

kenikmatan yang melimpah ruah jika dibanding amalku tak sebanding. layakkah aku masuk di surgaMu?

surga tanah idaman siapapun, tak sadar akan kealpaan diri. Tak kebayang nikmat yang luar biasa di benak siapapun

itulah surga tempat istirahat akhir, di dunia tak berakhir pergulatan sampai kiamat datang…..

kedekatanMu

kucari jalan mendekatiMu

ternyata jalan itu ibadah

dekat denganMu tak seperti kopi dan gula

tak semisal kursi dan orang duduk

kudekat kudekat dengan ibadah

mencari mencari perhatianMu

pengawasanMu, pendengaranMu, pertolonganMu

itulah kedekatanMu walau Kau diatas arsy di atas langit

Hanya di Kau

Bila bercinta karena kecantikan Dialah yang berhak dicinta

jika kebaikan membuat kita bercinta Dialah yang dituju

Jika kita terpukau dengan kesempurnaan Dialah yang maha sempurna

kita terpukau kita bercinta kita melayang Dialah yang dirindu

 

Cinta kita berlapis harap dan takut

harap akan rahmatnya takut murkanya

kita giat ibadah karena berharap

kita urung dosa karena takut

cinta pendorong raga tak putus harap

Dia kaya Dia pemurah Dia Pemaaf

Wahai Ilaahi, ragaku kulihat pendosa sedikit ibadah

Kau kurindu Kau kucinta Kau kuharap

ku ingin kembali menapaki jalanMU

Takut Allah

Takut harimau kita berusaha lari dari padanya, takut setan kita berusaha cari tempat aman, pokoknya terhadap apa yang kita takuti kita berusaha untuk jaga jarak darinya.

Tapi lain halnya dengan takut pada Allah tuhan kita, kita berusaha untuk dekat dekat denganNya. Padahal kita takut padanya, karena ketika kita dekat dekat denganNya maka kita akan merasa nyaman dan aman dari mara bahaya. Karena Dialah yang mengawasi dan  mengatur pergerakan setiap ciptaanNya. Hidup dan mati kita untukNya tidak akan sia sia kita dalam mati dan hidup.

Kita takut padaNya karena Dia memiliki segala kekuasaan dan berhak membalas pada musuh musuhnya.

sunnahnya mengambil dengan jumlah ganjil

يقول : فضيلة الشيخ وفقكم الله ، هل الوتر يكون في جميع الأشياء المباحة مثل شرب القهوة وغيرها أم هو في الأشياء التي ورد فيها النص ؟
Tanya:Wahai syaikh-semoga Allah memberi taufik kepada anda-, apakah memilih jumlah ganjil itu berlaku pada segala sesuatu  yang mubah, seperti minum kopi atau selainnya, atau hanya berlaku pada hal hal yang ada dalilnya?

الجواب : في كل الأشياء الإيتار طيب ، الإيتار في الإستجمار بالأحجار ، النبي صلى الله عليه وسلم كان يقطع الإستجمار على وتر ، ويأكل الرطبات على وتر ، وهكذا ، فجميع الأقوال والأفعال يستعمل الوتر . نعم . سنة ، هذا من السنة . نعم . وفي الإناء إذا شربت ، إذا شربت ، تتنفس ثلاثة أنفاس ، هذا وتر ، ولا تتنفس نفسين فقط . نعم

Jawab:Dalam segala sesuatu memilih bilangan yang ganjil adalah baik, mengambil dengan jumlah ganjil ketika beristinja’ dengan batu, nabi SAW memutuskan  untuk beristinja’  dengan batu dengan jumlah yang ganjil, memakan kurmah basah dengan jumlah yang ganjil, demikianlah, semua kata dan perbuatan digunakan dengan bilangan yang ganjil, ya, sunnah, ini bagian dari sunnah, ya, dalam wadah jika engkau minum (meneguknya dengan jumlah yang ganjil), jika engkau minum, engkau bernafas tiga kali(dengan tiga kali tegukan), ini adalah ganjil, jangan kau bernafas dua kali saja(dengan hanya dua kali tegukan). ya.

sumber :http://www.alfawzan.ws/node/2370


Aku….aku….aku…aku

Mengapa bukan aku….

Ketika kita melihat orang lain bergelut dengan kebajikan yang dibuatnya, dan kita mendapati diri kita tak pernah melakukannya atau pernah tapi itu dulu waktu kita masih pertama kali kenal yang namanya kebaikan, hendaknya hati kita bergejolak bahkan berontak dan mengatakan mengapa bukan aku yang melakukannya.

Haruslah kita merasa rugi karena telah meninggalkan atau mengabaikan kebajikan yang sebenarnya kebajikan itu enteng dikerjakan. Atau bahkan berat sekalipun tapi kita yakin bisa melakukannya.

Yang namanya manusia sedarah merah, setulang putih, dan seluruh komponen tubuh sama adanya. Orang yang kita lihat mampu melakukan kebajikan itu tidak berbadan seng, berotot baja, berurat kawat sehingga mampu melakukan apa yang dikehendakinya. Sekali-kali tidak!!!

Anda, saya, mereka pasti mampu melakukan kebajikan yang disyari’atkan olehNya. Karena sifat syari’atNya adalah mampu dilakukan oleh sang hamba. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Al-Baqarah: 286).

Ayat ini menegaskan bahwa agama yang disyari’atkan olehNya sangat mudah, sesuai kesanggupan hambanya.

“Mengapa bukan aku yang melakukannya”, itulah kata kita tatkala melihat orang lain yang melakukan kebajikan. Bahkan jika kebajikan itu menuntut hanya seorang  saja sebagai pelakunya maka kata yang sepantasnya terbetik di hati kita adalah mengapa bukan aku saja yang melakukannya.

Salaf Berpesan

-قال سلمة ابن دينار

ما أحببت أن يكون معك في الآخرة فقدمه اليوم

وما كرهت أن يكون معك في الآخرة فاتركه اليوم

Berkata Salamah Bin Dinar: “Apa yang kamu suka akan bersamamu di akhirat maka persembahkanlah (upayakanlah)  itu pada hari ini, dan apa yang kamu benci akan bersamamu di akhirat maka tinggalkanlah itu di hari ini.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن القيم رحمه الله :

من هداية الحمار -الذي هو ابلد الحيوانات – أن الرجل يسير به ويأتي به الى منزله

من البعد في ليلة مظلمة فيعرف المنزل فإذا خلى جاء اليه ، ويفرق بين الصوت

الذي يستوقف به والصوت الذي يحث به على السير

فمن لم يعرف الطريق الى منزله – وهو الجنـــة – فهو أبلد من الحمار
Berkata Ibnul Qayim Al Jauziah rahimahullah: “Diantara petunjuk yang kita bisa ambil dari himar-yaitu hewan yang terdungu- adalah bahwa seseorang berjalan dan datang dengan( mengendarai) nya ke rumahnya dari (perjalanan) jauh di kegelapan malam sedangkan rumahnya dia tahu (arahnya), jika himar itu berkesendirian (tanpa penunggang) ia mendatanginya (rumahnya), padahal ia tenggelam dengan suara yang dengannya dia berhenti dan dengan suara yang mengajaknya untuk pergi, maka barang siapa yang tidak mengetahui rumahnya-yaitu surga- maka dia lebih dungu dari keledai.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه :

أيها الناس احتسبوا أعمالكم .. فإن من احتسب عمله .. كُتب له أجر عمله وأجر حسبته

Berkata Umar Bin Khattab Radhiyallahu  ‘anhu: “Wahai manusia hitung hitunglah amalan-amalan kalian, karena barang siapa menghitung-hitung amalnya maka akan dicatat baginya pahala amalnya dan pahala bermuhasabah diri.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

سُئل الإمام أحمد :

متى يجد العبد طعم الراحة ؟

فقال : عند أول قدم يضعها في الجنة !!

Ditanya Imam Ahmad : “Kapan seorang hamba merasakan nikmat istirahat.” Beliau manjawab: “Di awal pertama kali seorang hamba meletakan telapak kakinya di surga.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال ابن القيم رحمه الله :

نور العقل يضيء في ليل الهوى فتلوح جادة الصواب .. فيتلمح البصير في ذلك عواقب الامور

Berkata Ibnul Qayim Al Jauziah rahimahullah: “Cahaya akal menerangi malamnya hawa nafsu maka mengkilaplah ketepatan kebenaran, pandangan mata hati berpandangan tajam melihat apa akibat setiap perkara.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال مالك ابن دينار :

اتخذ طاعة الله تجارة تأتيك الارباح من غير بضاعة ..
Berkata Malik Bin Dinar: “Jadikanlah taat pada Allah sebagai perdagangan niscaya laba akan datang padamu walau tanpa barang dagangan (ditangan).”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن مسعود رضي الله عنه :

من كان يحب أن يعلم انه يحب الله فليعرض نفسه على القرآن فمن أحب القرآن فهو يحب الله فإنما القرآن كلام الله .

Berkata Ibnu Mas’ud r.a: “Barang siapa yang ingin tahu bahwa dia mencintai Allah maka hendaklah dia menghadapkan dirinya pada Al Quran, barang siapa mencintai Al Quran maka berarti dia mencintai Allah karena Al Quran adalah kalam Allah.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن تيميه رحمه الله :

فالرضا باب الله الأعظم وجنة الدنيـــا.. وبستان العارفين..

Berkata Ibnu Taimiah rah.: “Ridha adalah pintu Allah yang agung dan surga dunia dan tamannya orang-orang arif.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال الامام أحمد :

الناس الى العلم أحوج منهم الى الطعام والشراب لأن الرجل يحتاج الى الطعام والشراب في اليوم مرة أو مرتين

وحاجته الى العلم بعدد أنفاسه.

Berkata Imam Ahmad: “Kebutuhan manusia terhadap ilmu adalah lebih besar  dari kebutuhannya pada makanan dan minuman karena seseorang butuh akan makanan dan minuman  hanya sesekali atau dua kali dalam sehari, adapun kebutuhannya pada ilmu sejumlah nafas (yang masuk keluar).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال مالك :
إن حقاً على من طلب العلم أن يكون عليه

وقار وسكينة وخشية

وأن يكون متبعاً لآثار من مضى قبله .

Berkata Malik rah. : “Sesungguhnya hak atas yang menuntut ilmu (syar’i) adalah memperoleh kewibawaan, ketenangan, rasa takut (pada Allah) dan keadaannya mengikuti peninggalan orang yang terdahulu (Nabi dan para sahabat r. ‘anhum).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

حكى الشافعي عن نفسه فقال:

كنت أتصفح الورقة بين يدي الإمام مالك

تصفحاً رقيقاً – يعني في مجلس العلم -

هيبة لئلا يسمع وقعها !!

Imam Syafi’i menceritakan tentang dirinya, ia berkata: “Aku membuka lembaran demi lembaran (kitab) dengan lembutnya dihadapan Imam Malik rah. -maksudnya di majlis ilmu!! Karena kewibawaannya agar tidak terdengar jatuhnya (lembaran satu ke yang lain).”

عن بعض السلف :

من لم يصبر على ذل التعليم بقي عمره في عماية الجهل ومن صبر عليه آل أمره الى عز الدنيا والآخرة.

Dari sebagian salaf: “Barang siapa yang tidak sabar akan berlaku rendah diri dalam taklim maka tinggallah ia dalam kebutaan kebodohan dan barang siapa mampu bersabar dalam taklim dengan perasaan tersebut maka urusannya  kembali pada kejayaan dunia dan akhirat.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال الزهري رحمه الله :

مــا عُـــبـِد الله بشيء أفضل من العلم

Berkata Zuhri rah. : “Tiadalah Allah diibadahi dengan sesuatu yang paling utama selain ilmu (mempelajarinya dan mengamalkannya).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال عمر بن عبد العزيز :

إن الليل والنهار يعملان فيك

فاعمل أنت فيهما .

Berkata Umar Bin Abdul ‘Azis: “Sesungguhnya malam dan sian bekerja untukmu maka beramallah engkau di dalamnya.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن القيم :

الدنيـا مجــــاز والآخرة وطـــن

والاوطار-أي الاماني والرغبات -انما تُطلب في الاوطان

Berkata Ibnul Qoyim rah. : “Dunia itu adalah majazi  dan akhirat itu adalah negeri harapan-cita-cita dan harapan- hanya bida dituntut di suatu negeri (surga).

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قيل لحكيم

.. ما العافية ؟
قال: أن يمر بك اليوم بلا ذنب

Hakim ditanya: “apa itu kesehatan?” Dia berkata: “Yaitu dimana hari berlalu tanpa dosa (yang kamu torehkan).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال وهيب بن الورد:

إن استطعـــت ألا يسبقـــك الى الله أحـــد فافعــــــل

Berkata Wahib Bin Al wird: “Jika engkau mampu tidak ada  yang menyaingimu  seorangpun kepada Allah maka usahakanlah.”

واخيرا
للعبد رب هو ملاقيه وبيت هو ساكنه
فينبغي له أن يسترضي ربه قبل لقائه
ويعمر بيته قبل انتقاله اليه

Akhirnya

Bagi seorang hamba itu ada Tuhan yang akan ditemuiNya dan rumah yang akan ditinggalinya maka sepantasnya bagi seorang hamba berusaha membuat Tuhannya senang  sebelum pertemuan denganNya dan menata rumahnya sebelum pindah di sana.”

Sumber: http://www.alsayra.com/vb/archive/index.php/t-52534.html

Penerjemah: Abu Ubaidillah Al Gorontalowiy

Renggut Nyawa Pelacur

HAMBURG, JUMAT — Diabetes dan komplikasi paru merenggut nyawa pelacur kesohor Jerman, Domenica Niehoff. Perempuan renta berusia 63 tahun itu, pada Jumat (13/2), meninggal di Klinik Asklepios Hamburg. Di situlah, sejak seminggu silam, dirinya dirawat.

Niehoff terkenal pada 1970 sampai 1980-an di sebuah acara televisi. Waktu itu dia acap membanggakan lingkar dadanya yang 40 cm itu.

Kendati demikian, Niehoff memang tercatat pula sebagai sosok yang memperjuangkan agar pekerjaan sebagai pekerja seks komersial (PSK) dilegalkan. Upayanya pun membuahkan hasil. Pada 2002, Jerman melegalkan pekerjaan PSK. Kini, ada 400.000 PSK yang terdaftar di negeri itu.

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/13/20515764/diabetes.renggut.nyawa.pelacur.kesohor.jerman

Renungan:

Wah, mampus juga ya! Walau tubuh nan elok dan semampai tetap juga akan mengalami ketuaan and keriput and aus. Umur yang panjang adalah kesempatan untuk bertobat bukan kesempatan menabung dosa sebanyak-banyaknya. Dengan potensi yang kita miliki, jangan kita berjuang demi terselenggaranya kemaksiatan yang membuat kita memikul banyak dosa dari orang-orang yang berbuat dosa tersebab kita.

Biar lingkar dada seukuran luar biasa tetap akan masuk keliang kubur. Cepat ataupun lambat kesempatan itu akan kita kecap.

Segala kemaksiatan tetap tidak bisa dilegalkan di bumi Allah ini, karena Dialah yang menciptakan dan berkuasa di dalamnya.

Hukum Nikah Niat Cerai

رقم الفتوى 38215
عنوان الفتوى حكم الزواج بنية الطلاق
نص السؤال ما حكم الزواج بنية الطلاق؟ إذا لم يكن هناك اتفاق بين الرجل والمرأة، علماً أن المرأة لا تعلم بذلك؟
نص الإجابة هذي خديعة من الزوج، هي ما تزوجته على هذا تزوجته على أنه زواج مستمر، فإذا كان يضمر هذه النية فقد خدعها؛ الخديعة لا تجوز الزواج بنية الطلاق لا يجوز، لما ترتب عليه من المفاسد، الآن إلي يذهبون إلى شرق آسيا ويتزوجون كل ليلة، يتزوج ويطلق، يتزوج ويطلق، حصل فيه مفاسد، فهذا لا يجوز.
No. Fatwah: 38215Judul Fatwa: Hukum Nikah Niat Cerai

Pertanyaan: “Apa hukum menikah niat cerai, jika disana (dalam kasus ini) tidak ada  kesepakatan antara sang pria dan wanitanya, dan perlu ditahu sang wanita tidak menyadari akan hal itu?

Jawaban Syaikh: “Ini adalah penipuan dari pihak  suami (laki-laki), sang wanita ini tidak mau menikah dengannya kecuali dengan nikah berkelanjutan, jika sekiranya sang laki menyembunyikan niat tersebut maka sungguh dia telah menipunya, penipuan tidaklah boleh, nikah dengan niat tholak (cerai)  tidaklah boleh, karena hal itu akan berdampak kerusakan, sekarang jika ada yang pergi ke timur asia menikah (dengan cara begitu) setiap malam, menikah lalu menceraikan, akan timbul berbagai kerusakan, jadi tidak boleh (nikah dengan model demikian).”

Fatwa Syaikh Fauzan hafidzohullah di (http://www.alfawzan.ws/AlFawzan/bookTabs/tabid/70/Default.aspx?mode=title&PageID=38215).