Aku….aku….aku…aku

Mengapa bukan aku….

Ketika kita melihat orang lain bergelut dengan kebajikan yang dibuatnya, dan kita mendapati diri kita tak pernah melakukannya atau pernah tapi itu dulu waktu kita masih pertama kali kenal yang namanya kebaikan, hendaknya hati kita bergejolak bahkan berontak dan mengatakan mengapa bukan aku yang melakukannya.

Haruslah kita merasa rugi karena telah meninggalkan atau mengabaikan kebajikan yang sebenarnya kebajikan itu enteng dikerjakan. Atau bahkan berat sekalipun tapi kita yakin bisa melakukannya.

Yang namanya manusia sedarah merah, setulang putih, dan seluruh komponen tubuh sama adanya. Orang yang kita lihat mampu melakukan kebajikan itu tidak berbadan seng, berotot baja, berurat kawat sehingga mampu melakukan apa yang dikehendakinya. Sekali-kali tidak!!!

Anda, saya, mereka pasti mampu melakukan kebajikan yang disyari’atkan olehNya. Karena sifat syari’atNya adalah mampu dilakukan oleh sang hamba. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Al-Baqarah: 286).

Ayat ini menegaskan bahwa agama yang disyari’atkan olehNya sangat mudah, sesuai kesanggupan hambanya.

“Mengapa bukan aku yang melakukannya”, itulah kata kita tatkala melihat orang lain yang melakukan kebajikan. Bahkan jika kebajikan itu menuntut hanya seorang  saja sebagai pelakunya maka kata yang sepantasnya terbetik di hati kita adalah mengapa bukan aku saja yang melakukannya.

Salaf Berpesan

-قال سلمة ابن دينار

ما أحببت أن يكون معك في الآخرة فقدمه اليوم

وما كرهت أن يكون معك في الآخرة فاتركه اليوم

Berkata Salamah Bin Dinar: “Apa yang kamu suka akan bersamamu di akhirat maka persembahkanlah (upayakanlah)  itu pada hari ini, dan apa yang kamu benci akan bersamamu di akhirat maka tinggalkanlah itu di hari ini.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن القيم رحمه الله :

من هداية الحمار -الذي هو ابلد الحيوانات – أن الرجل يسير به ويأتي به الى منزله

من البعد في ليلة مظلمة فيعرف المنزل فإذا خلى جاء اليه ، ويفرق بين الصوت

الذي يستوقف به والصوت الذي يحث به على السير

فمن لم يعرف الطريق الى منزله – وهو الجنـــة – فهو أبلد من الحمار
Berkata Ibnul Qayim Al Jauziah rahimahullah: “Diantara petunjuk yang kita bisa ambil dari himar-yaitu hewan yang terdungu- adalah bahwa seseorang berjalan dan datang dengan( mengendarai) nya ke rumahnya dari (perjalanan) jauh di kegelapan malam sedangkan rumahnya dia tahu (arahnya), jika himar itu berkesendirian (tanpa penunggang) ia mendatanginya (rumahnya), padahal ia tenggelam dengan suara yang dengannya dia berhenti dan dengan suara yang mengajaknya untuk pergi, maka barang siapa yang tidak mengetahui rumahnya-yaitu surga- maka dia lebih dungu dari keledai.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه :

أيها الناس احتسبوا أعمالكم .. فإن من احتسب عمله .. كُتب له أجر عمله وأجر حسبته

Berkata Umar Bin Khattab Radhiyallahu  ‘anhu: “Wahai manusia hitung hitunglah amalan-amalan kalian, karena barang siapa menghitung-hitung amalnya maka akan dicatat baginya pahala amalnya dan pahala bermuhasabah diri.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

سُئل الإمام أحمد :

متى يجد العبد طعم الراحة ؟

فقال : عند أول قدم يضعها في الجنة !!

Ditanya Imam Ahmad : “Kapan seorang hamba merasakan nikmat istirahat.” Beliau manjawab: “Di awal pertama kali seorang hamba meletakan telapak kakinya di surga.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال ابن القيم رحمه الله :

نور العقل يضيء في ليل الهوى فتلوح جادة الصواب .. فيتلمح البصير في ذلك عواقب الامور

Berkata Ibnul Qayim Al Jauziah rahimahullah: “Cahaya akal menerangi malamnya hawa nafsu maka mengkilaplah ketepatan kebenaran, pandangan mata hati berpandangan tajam melihat apa akibat setiap perkara.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال مالك ابن دينار :

اتخذ طاعة الله تجارة تأتيك الارباح من غير بضاعة ..
Berkata Malik Bin Dinar: “Jadikanlah taat pada Allah sebagai perdagangan niscaya laba akan datang padamu walau tanpa barang dagangan (ditangan).”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن مسعود رضي الله عنه :

من كان يحب أن يعلم انه يحب الله فليعرض نفسه على القرآن فمن أحب القرآن فهو يحب الله فإنما القرآن كلام الله .

Berkata Ibnu Mas’ud r.a: “Barang siapa yang ingin tahu bahwa dia mencintai Allah maka hendaklah dia menghadapkan dirinya pada Al Quran, barang siapa mencintai Al Quran maka berarti dia mencintai Allah karena Al Quran adalah kalam Allah.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن تيميه رحمه الله :

فالرضا باب الله الأعظم وجنة الدنيـــا.. وبستان العارفين..

Berkata Ibnu Taimiah rah.: “Ridha adalah pintu Allah yang agung dan surga dunia dan tamannya orang-orang arif.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال الامام أحمد :

الناس الى العلم أحوج منهم الى الطعام والشراب لأن الرجل يحتاج الى الطعام والشراب في اليوم مرة أو مرتين

وحاجته الى العلم بعدد أنفاسه.

Berkata Imam Ahmad: “Kebutuhan manusia terhadap ilmu adalah lebih besar  dari kebutuhannya pada makanan dan minuman karena seseorang butuh akan makanan dan minuman  hanya sesekali atau dua kali dalam sehari, adapun kebutuhannya pada ilmu sejumlah nafas (yang masuk keluar).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال مالك :
إن حقاً على من طلب العلم أن يكون عليه

وقار وسكينة وخشية

وأن يكون متبعاً لآثار من مضى قبله .

Berkata Malik rah. : “Sesungguhnya hak atas yang menuntut ilmu (syar’i) adalah memperoleh kewibawaan, ketenangan, rasa takut (pada Allah) dan keadaannya mengikuti peninggalan orang yang terdahulu (Nabi dan para sahabat r. ‘anhum).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

حكى الشافعي عن نفسه فقال:

كنت أتصفح الورقة بين يدي الإمام مالك

تصفحاً رقيقاً – يعني في مجلس العلم -

هيبة لئلا يسمع وقعها !!

Imam Syafi’i menceritakan tentang dirinya, ia berkata: “Aku membuka lembaran demi lembaran (kitab) dengan lembutnya dihadapan Imam Malik rah. -maksudnya di majlis ilmu!! Karena kewibawaannya agar tidak terdengar jatuhnya (lembaran satu ke yang lain).”

عن بعض السلف :

من لم يصبر على ذل التعليم بقي عمره في عماية الجهل ومن صبر عليه آل أمره الى عز الدنيا والآخرة.

Dari sebagian salaf: “Barang siapa yang tidak sabar akan berlaku rendah diri dalam taklim maka tinggallah ia dalam kebutaan kebodohan dan barang siapa mampu bersabar dalam taklim dengan perasaan tersebut maka urusannya  kembali pada kejayaan dunia dan akhirat.”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال الزهري رحمه الله :

مــا عُـــبـِد الله بشيء أفضل من العلم

Berkata Zuhri rah. : “Tiadalah Allah diibadahi dengan sesuatu yang paling utama selain ilmu (mempelajarinya dan mengamalkannya).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال عمر بن عبد العزيز :

إن الليل والنهار يعملان فيك

فاعمل أنت فيهما .

Berkata Umar Bin Abdul ‘Azis: “Sesungguhnya malam dan sian bekerja untukmu maka beramallah engkau di dalamnya.”
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قال ابن القيم :

الدنيـا مجــــاز والآخرة وطـــن

والاوطار-أي الاماني والرغبات -انما تُطلب في الاوطان

Berkata Ibnul Qoyim rah. : “Dunia itu adalah majazi  dan akhirat itu adalah negeri harapan-cita-cita dan harapan- hanya bida dituntut di suatu negeri (surga).

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

قيل لحكيم

.. ما العافية ؟
قال: أن يمر بك اليوم بلا ذنب

Hakim ditanya: “apa itu kesehatan?” Dia berkata: “Yaitu dimana hari berlalu tanpa dosa (yang kamu torehkan).”

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
قال وهيب بن الورد:

إن استطعـــت ألا يسبقـــك الى الله أحـــد فافعــــــل

Berkata Wahib Bin Al wird: “Jika engkau mampu tidak ada  yang menyaingimu  seorangpun kepada Allah maka usahakanlah.”

واخيرا
للعبد رب هو ملاقيه وبيت هو ساكنه
فينبغي له أن يسترضي ربه قبل لقائه
ويعمر بيته قبل انتقاله اليه

Akhirnya

Bagi seorang hamba itu ada Tuhan yang akan ditemuiNya dan rumah yang akan ditinggalinya maka sepantasnya bagi seorang hamba berusaha membuat Tuhannya senang  sebelum pertemuan denganNya dan menata rumahnya sebelum pindah di sana.”

Sumber: http://www.alsayra.com/vb/archive/index.php/t-52534.html

Penerjemah: Abu Ubaidillah Al Gorontalowiy

Renggut Nyawa Pelacur

HAMBURG, JUMAT — Diabetes dan komplikasi paru merenggut nyawa pelacur kesohor Jerman, Domenica Niehoff. Perempuan renta berusia 63 tahun itu, pada Jumat (13/2), meninggal di Klinik Asklepios Hamburg. Di situlah, sejak seminggu silam, dirinya dirawat.

Niehoff terkenal pada 1970 sampai 1980-an di sebuah acara televisi. Waktu itu dia acap membanggakan lingkar dadanya yang 40 cm itu.

Kendati demikian, Niehoff memang tercatat pula sebagai sosok yang memperjuangkan agar pekerjaan sebagai pekerja seks komersial (PSK) dilegalkan. Upayanya pun membuahkan hasil. Pada 2002, Jerman melegalkan pekerjaan PSK. Kini, ada 400.000 PSK yang terdaftar di negeri itu.

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/13/20515764/diabetes.renggut.nyawa.pelacur.kesohor.jerman

Renungan:

Wah, mampus juga ya! Walau tubuh nan elok dan semampai tetap juga akan mengalami ketuaan and keriput and aus. Umur yang panjang adalah kesempatan untuk bertobat bukan kesempatan menabung dosa sebanyak-banyaknya. Dengan potensi yang kita miliki, jangan kita berjuang demi terselenggaranya kemaksiatan yang membuat kita memikul banyak dosa dari orang-orang yang berbuat dosa tersebab kita.

Biar lingkar dada seukuran luar biasa tetap akan masuk keliang kubur. Cepat ataupun lambat kesempatan itu akan kita kecap.

Segala kemaksiatan tetap tidak bisa dilegalkan di bumi Allah ini, karena Dialah yang menciptakan dan berkuasa di dalamnya.

Hukum Nikah Niat Cerai

رقم الفتوى 38215
عنوان الفتوى حكم الزواج بنية الطلاق
نص السؤال ما حكم الزواج بنية الطلاق؟ إذا لم يكن هناك اتفاق بين الرجل والمرأة، علماً أن المرأة لا تعلم بذلك؟
نص الإجابة هذي خديعة من الزوج، هي ما تزوجته على هذا تزوجته على أنه زواج مستمر، فإذا كان يضمر هذه النية فقد خدعها؛ الخديعة لا تجوز الزواج بنية الطلاق لا يجوز، لما ترتب عليه من المفاسد، الآن إلي يذهبون إلى شرق آسيا ويتزوجون كل ليلة، يتزوج ويطلق، يتزوج ويطلق، حصل فيه مفاسد، فهذا لا يجوز.
No. Fatwah: 38215

Judul Fatwa: Hukum Nikah Niat Cerai

Pertanyaan: “Apa hukum menikah niat cerai, jika disana (dalam kasus ini) tidak ada  kesepakatan antara sang pria dan wanitanya, dan perlu ditahu sang wanita tidak menyadari akan hal itu?

Jawaban Syaikh: “Ini adalah penipuan dari pihak  suami (laki-laki), sang wanita ini tidak mau menikah dengannya kecuali dengan nikah berkelanjutan, jika sekiranya sang laki menyembunyikan niat tersebut maka sungguh dia telah menipunya, penipuan tidaklah boleh, nikah dengan niat tholak (cerai)  tidaklah boleh, karena hal itu akan berdampak kerusakan, sekarang jika ada yang pergi ke timur asia menikah (dengan cara begitu) setiap malam, menikah lalu menceraikan, akan timbul berbagai kerusakan, jadi tidak boleh (nikah dengan model demikian).”

Fatwa Syaikh Fauzan hafidzohullah di (http://www.alfawzan.ws/AlFawzan/bookTabs/tabid/70/Default.aspx?mode=title&PageID=38215).

Pesan Salaf

قال ابن القيم رحمه الله تعالى : سبحان الله ؛ في النفس كبر إبليس ، وحسد قابيل ، وعتو عاد ، وطغيان ثمود ، وجرأة نمرود ، واستطالة فرعون ، وبغي قارون ، وقحة هامان . ..

Berkata Ibnul Qoim Al Jauziah: “Maha suci Allah, dalam nafsu itu terdapat kesombongan iblis, kedengkian Qabil (Anak Nabi Adam yang tega membunuh saudaranya), pembangkangan kaum ‘Ad, melampaui batas gaya kaum Tsamud, kekurang ajaran Namrud (menantang Allah), bangga diri Fir’aun, rakusnya Qarun, dan kebengisan Haman.”

قال بعض السلف : خلق الله الملائكة عقولاً بلا شهوة ، وخلق البهائم شهوة بلا عقول، وخلق ابن آدم وركب فيه العقل والشهوة ، فمن غلب عقله شهوته التحق بالملائكة ، ومن غلبت شهوته عقله التحق بالبهائم .

Berkata sebagian salaf: “Allah Ta’ala menciptakan malaikat berakal tanpa syahwat, dan menciptakan hewan punya syahwat tanpa akal, dan menciptakan manusia dan melengkapinya dengan akal dan syahwat,  barang siapa yang akalnya mampu menguasai  syahwatnya  maka disandingkan ia dengan para malaikat, dan siapa yang syahwatnya menundukan akalnya maka dia digolongkan bersama hewan.”

قال سفيان الثوري : ما عالجت شيئاً أشد عليّ من نفسي ، مرة لي ومرة علي .

Berkata Sufyan Atsuri: “Tiadalah sesuatu yang paling susah aku terapi selain nafsu, sesekali ia ditundukan dan sesekali aku ditundukannya.”

قال مالك بن دينار – رحمه الله – : رحم الله عبداً قال لنفسه : ألستِ صاحبة كذا ؟ ألستِ صاحبة كذا ؟ ثم ذمها ، ثم خطمها ثم ألزمها كتاب الله تعالى فكان لها قائداً .

Berkata Malik Bin Dinar: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berkata pada nafsunya: “Bukankah engkau kekasih si anu, Bukankah engkau kekasih si anu?”, kemudian dia mencercanya, lalu melabraknya (menundukannya) dan memaksanya tunduk pada kitab Allah, lantas jadilah ia sebagai komandan bagi nafsunya.”

قال أبو بكر الوراق : استعن على سيرك إلى الله بترك من شغلك عن الله عز وجل ، وليس بشاغل يشغلك عن الله عز وجل كنفسك التي هي بين جنبيك .

Berkata Abu Bakr Al Warraq: “Dalam menempuh jalan menuju Allah, jadikanlah sebagai alat bantumu yaitu meninggalkan apa yang menyibukan dirimu sehingga berpaling dari Allah ‘Azza Wa Jalla, tiadalah sesuatu yang dapat menyibukan dirimu sebanding  nafsumu yang ada di dadamu.”

قال مجاهد : من أعزّ نفسه أذل دينه ، ومن أذلّ نفسه أعزّ دينه .

Berkata Mujahid: “Barang siapa yang memuliakan dirinya maka pasti dia akan merendahkan agamanya, dan barang siapa yang menghinakan dirinya maka pasti dia memuliakan agamanya.”

قال سفيان الثوري : الزهد في الدنيا هو الزهد في الناس ، وأول ذلك زهدك في نفسك .

Berkata Sufyan Atsauri: “Zuhud terhadap dunia adalah zuhud terhadap manusia, dan yang pertama kali (untuk zuhud pada manusia) adalah zuhud terhadap dirimu.”

قال خالد بن معدان : لا يفقه الرجل كل الفقه حتى يرى الناس في جنب الله أمثال الأباعر، ثم يرجع إلى نفسه فيكون لها أحقر حاقر.

Berkata Khalid Bin Mi’dan: “Seseorang itu tidak akan menjadi benar-benar faqih sampai dia melihat manusia  di sisi Allah seperti kotoran hewan, kemudian dia melihat dirinya dibandingkan dengannya (kotoran hewan tersebut)  lebih hina dina.”

قال الحسن : رحم الله عبداً وقف عند همه ، فإن كان لله مضى وإن كان لغيره تأخر .

Berkata Hasan: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang memeriksat setiap keinginannya, jika karena Allah maka dia bersegera (melakukannya) dan jika bukan karenaNya maka dia ogah-ogahan.”

قال بكر بن عبد الله المزني : لما نظرت إلى أهل عرفات ظننت أهم قد غُفر لهم ، لولا أنني كنت فيهم .

Berkata Bakr Bin Abdillah Al Muzani: “Tatkala saya memperhatikan jama’ah haji di’arafah  maka saya mengira mereka telah diampuni, jika seandainya saya tidak berada ditengah mereka(maksudnya: dia merasa mereka tidak diampuni gara-gara keberadaanya ditengah mereka).”

قال يونس بن عبيد : إني لأجد مائة خصلة من خصال الخير ، ما أعلم أن في نفسي منها واحدة .

Berkata Yunus Bin ubaid: “Sungguh aku telah menemukan seratus perangai dari berbagai perangai yang baik, tiada ku tahu apakah salah satunya terdapat dalam diriku (ungkapan bertanda tawadhu’).”

قال الحسن : ما زالت التقوى بالمتقين حتى تركوا كثيراً من الحلال مخافة الحرام .

Berkata Hasan: “Senantiasa takwa itu ada pada orang yang bertakwa sampai mereka meninggalkan kebanyakan dari yang halal karena takut pada yang haram.”

قال أبو يزيد : ما زلت أقود نفسي إلى الله وهي تبكي ، حتى سقتها وهي تضحك .

Berkata Abu Yazid: “Senantiasa aku mengomandoi nafsuku tunduk pada Allah, dan di saat itu dia menangis, sampai aku meminumkannya dan barulah dia tertawa.”

قال الحسن : من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعنيه .

Berkata Hasan: “Diantara tanda berpalingnya Allah dari hambaNya bahwa dia disibukan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.”

قال سهل : من اشتغل بالفضول حُرِم الورع .

Berkata Sahl: “Barang siapa yang sibuk dengan hal-hal yang berlebihan maka dia luput dari memiliki sifat wara’.”

قال معروف : كلام العبد فيما لا يعنيه ، خذلان من الله عز وجل .

Berkata Ma’ruf: “Perkataan seorang hamba pada yang sia-sia, adalah bertanda luput dari pertolongan Allah.”

قال يحيى بن معاذ : القلوب كالقدور تغلي بما فيها ، وألسنتها مغارفها ، فانظر إلى الرجل حين يتكلم ، فإن لسانه يغترف لك مما في قلبه ، حلو .. حامض .. عذب .. أجاج .. وغير ذلك ، ويبين لك طعم قلبه اغتراف لسانه .

Berkata Yahya Bin Mu’adz: “Hati itu seperti wajan mendidih sebab apa yang ada di dalamnya, dan gayung gorengannya adalah lidah, maka perhatikan seseorang ketika berbicara, sesungguhnya lidahnya menciduk apa yang  ada di hatinya untukmu, entah manis, asin, tawar, atau pahit, atau rasa lainnya,   rasa hatinya menerangkan cidukan lidahnya.”

قال مالك بن دينار : إن الأبرار لتغلي قلوبهم بأعمال البر ، وإن الفجار تغلي قلوبهم بأعمال الفجور ، والله يرى همومكم ، فانظروا ما همومكم رحمكم الله .

Berkata Malik Bin Dinar: “Seungguhnya orang-orang berbakti itu mendidih hatinya dengan amal-amal kebaikan, dan orang-orang durhaka mendidih hati mereka dengan amal-amal durhaka, Allah melihat apa keinginanmu maka perhatikanlah segala keinginan mu!”

قالت عائشة رضي الله تعالى عنها : أول بدعة حدثت بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم ؛ الشبع ، إن القوم لما شبعت بطونهم ، جمحت بهم نفوسهم إلى الدنيا .

Berkata ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Bid’ah yang pertama kali muncul sepeninggal Rasulullah SAW adalah kenyang, sungguh tatkala suatu kaum perut-perut mereka kenyang maka nafsu mereka mengalihkan hatinya menghadap dunia .”

قال ابن عباس رضي الله تعالى عنه : لا تجالس أهل الأهواء فإن مجالستهم ممرضة للقلب .

Berkata Ibnu ‘Abbas ra: “Jangan bermajlis (duduk serta)  dengan penurut hawa nafsu karena duduk serta dengan mereka membuat hati jadi berpenyakit.”

قال أبو الجوزاء : لأن أجالس الخنازير ، أحب إلي من أن أجالس رجلاً من أهل الأهواء .

Berkata Abul Jauza’: “Aku duduk bersama babi lebih aku sukai dari duduk bersama seorang penurut hawa nafsu.”

قال ابن القيم رحمه الله تعالى : كل ما كان في القرآن من مدح للعبد فهو من ثمرة العلم ، وكل ما كان فيه من ذم فهو من ثمرة الجهل .

Berkata Ibnul Qoim Rahimahullah: “Setiap apa yang terkandung dalam Al Qur’an yang mengandung pujian terhadap seorang hamba adalah buah dari ilmu, dan setiap apa yang terkandung dalam Al Qur’an yang mengandung celaan adalah buah dari kebodohan.”

قال الشاطبي رحمه الله : آخر الأشياء نزولا من قلوب الصالحين : حب السلطة والتصدر .

Berkata Syathibi Rahimahullah: “Akhir sesuatu yang menempati  hati orang  orang sholih adalah cinta kekuasaan dan mengorbit.”

قال ابن القيم رحمه الله : ولو لم يكن في العلم إلا القرب من رب العالمين والالتحاق بعالم الملائكة لكفى به شرفاً وفضلاً ، فكيف وعزّ الدنيا والآخرة منوط به مشروط بحصوله .

Berkata Ibnul Qoim Rahimahullah: “Jika saja ilmu itu hanya mendekatkan diri terhadap Tuhan penguasa alam dan menjadikan setara dengan alimnya para malaikat maka cukup sudah menunjukan akan kelebihan dan kemuliaan ilmu, maka bagaimana lagi kalau kemuliaan di dunia dan akhirat tergantung dengannya dan syaratnya (pula)dengan menghasilkan ilmu.”

قال ابن الأثير : إن الشهوة الخفية : حب اطلاع الناس على العمل .

Berkata Ibnul Atsir: “Sungguh syahwat yang terselubung itu adalah suka diperhatikan manusia ketika beramal.”

قال بشر بن الحارث : ما اتقى الله من أحب الشهرة .

Berkata Bisyr Ibnul Harits: “Tidaklah bertakwa pada Allah orang yang suka kesohor.”

قال علي رضي الله عنه :يهتف العلم بالعمل ، فإن أجابه وإلا ارتحل .

Berkata Ali ra: “Ilmu itu memanggil amal, maka jika dijawab panggilannya dan jika tidak maka ilmu itu akan pergi berlalu.”

قال بشر الحافي :أدوا زكاة الحديث : فاستعملوا من كل مائتي حديث خمسة أحاديث .

Berkata Bisyr Al Hafi: “Tunaikan zakat hadits, pergunakanlah (beramallah)  lima hadits dari setiap dua ratus hadits.”

قال الحسن : إياك والتسويف ، فإنك بيومك ولست بغدك، فإن يكن غداً لك فكن في غد كما كنت في اليوم ، وإن لم يكن لك غد لم تندم على ما فرطت في اليوم .

Berkata Hasan: “Jauhilah menunda-nunda, karena sesungguhnya engkau (waktumu) di hari ini, engkau (waktumu) bukan di hari esok, maka jika sekiranya hari esok dapat di raih maka jadilah enkau di hari esok sebagaimana engkau di hari ini, jika sekiranya hari esok tidak dapat di raih maka tentunya engkau tidak dapat menyempurnahkan apa yang engkau lalaikan di hari ini.”

قال محمد بن عبد الباقي : ما أعلم أني ضيعت ساعة من عمري في لهو أولعب .

Berkata Muhammad Bin Abdul Baqi: “Tiadalah kutahu aku menyianyiakan sesaat dari umurku dalam sia sia atau main main.”

قال الذهبي : إن العلم ليس بكثرة الرواية ، ولكنه نور يقذفه الله في القلب ، وشرطه الاتباع ، والفرار من الهوى والابتداع .

Berkata Dzahabi: “Sesungguhnya ilmu itu bukan banyaknya riwayat, akan tetapi ia adalah nur yang Allah tempatkan di hati , Syaratnya (mendapatkannya) mengikuti (dengan amalan) dan tidak terpedaya dengan hawa nafsu dan bid’ah.”

قال ابن عباس رضي الله عنهما : العالم الرباني هو الذي يعلم الناس صغار العم قبل كباره .

Berkata Ibnu “Abbas ra: “Orang alim rabbani itu adalah orang yang mengajarkan ilmu yang  kecilnya sebelum perkara yang besar.”

قال أحد السلف : إنما العلم مواهب يؤتيه الله من أحب من خلقه ، وليس يناله أحد بالحسب ، ولو كان لعلة الحسب لكان أولى الناس به أهل بيت النبي صلى الله عليه وسلم .

Berkata seorang salaf: “Hanya saja ilmu itu adalah pemberian (hibah) yang Allah berikan pada yang dicintaiNya dari makhluknya, bukan diperoleh karena keturunan, jikalau ilmu itu di dapat karena keturunan maka yang lebih pantas mendapatkan ilmu adalah keluarganya Nabi Muhammad SAW.”

قيل للشعبي رحمه الله : من أين لك هذا العلم كله ؟ قال : بنفي الاعتماد ، والسير في البلاد ، وصبر كصبر الجماد ، وبكور كبكور الغراب .

Ditanyakan kepada Syu’ba rahimahullah: “Dari mana ilmu yang engkau peroleh? Beliau menjawab: “Menafikan kemampuan diri dan berjalan ke negeri-negeri, dan sabar seperti tabahnya benda padat, dan gesit segesit burung gagak.”

قال الذهبي رحمه الله : ما خلا مجتمع من التغاير والحسد ، إلا ما كان في جانب الأنبياء والرسل عليهم السلام .

Berkata Dzahabi rahimahullah: “Tidak akan kosong perkumpulan dari cemburu dan dengki, kecuali berada di samping para Nabi dan Rasul SAW.”

قال الشافعي رحمه الله : والله لو علمت أن الماء البارد يثلم من مروءتي شيئا ما شربت إلا حارا ً .

Berkata Syafi’i: “Demi Allah jika aku tahu bahwa air yang dingin (sejuk)  itu akan mencoreng  muru ah (nilai kesopanan)  sedikit saja maka aku tidak akan meminumnya kecuali yang panas.”

قيل لأحمد بن حنبل : كيف تعرف الكذابين ؟ قال : بمواعيدهم .

Ditanya kepada Imam Ahmad Bin Hambal: “Bagaimana kamu bisa kenal para pendusta? Beliau berkata: “Dengan janji-janji mereka.”

قال هرم بن حيان : ما أقبل عبدٌ بقلبه إلى الله ، إلا أقبل الله بقلوب المؤمنين إليه حتى يرزقه ودهم .

Berkata Haram Bin Hayyan: “Tiadalah seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah kecuali Allah akan menghadaphan hati-hati orang beriman kepada orang tersebut sampai Allah memberikannya kasih sayang mereka.”

جواهر من أقوال السلف

Mutiara Salaf

عبدالرحمن السيد

Penulis: Abdu Rahman Assaid

Penerjemah: Abu Ubaidillah Abdu Rahman Ever.

Sumber: http://www.saaid.net/rasael/400.htm

Rasa PD

tsiqotunnafs

tsiqotunnafs

Tidak ada kata-kata Mustahil bagi seorang muslim. Selama nyawa masih dikandung badan selama itu pula  kemungkinan akan terjadi, tercapai, atau berhasil sesuatu yang mungkin tadinya kita kira mustahil atau sulit. Janganlah kita putus asa karena putus asa bukan sifat orang islam. Kita harus bisa mencapai apa yang kita inginkan. Jika kita sudah pasang target maka berusahalah mencapainya.

Takdir  seseorang tiada yang tahu, maka mungkin kita ditakdirkan akan berhasil mencapai apa yang telah direncanakan. Inilah rahasianya Allah merahasiakan tekdir seseorang, agar dia berusaha meraih cita-citanya. Makanya Nabi SAW suka kata-kata yang bagus, penuh harapan dan membenci kata -kata yang mengandung kesialan atau mengunci sugesti seseorang. Jangan mundur sebelum mencoba sebab mencoba lebih mengandung harapan berhasil dari pada tidak mencoba sama sekali.

Coba perhatikan gambar di atas! Mobil yang seberat itu mampu diangkat oleh air yang tidak berotot. Tidak ada yang tidak mungkin semuanya bisa terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala.

Anda punya akal. Dan anda juga punya potensi untuk merubah, mempengaruhi, dan berprestasi di segala bidang kehidupan. Raihlah itu semua selama mendatangkan ridha Allah Ta’ala.

Tentunya mukmin yang kuat lebih dicintaiNya dari yang lemah, meskipun semuanya mendapatkan porsi pahala sesuai amal yang dilakukannya.

Maklumilah!

niqab

niqab

Jika kita perhatikan wanita ini, mungkin langsung terlintas di benak kita “panas, kolot, karung goni, teroris”. Atau langsung lahir ungkapan-ungkapan seperti yang disebutkan tadi dari lisan kita. Adapun panas, memang terasa panas, tapi rasa panas itu akan hilang  jika sudah terbiasa. Dan lagi panas didunia tidak seberapa dibandingkan  dengan panasnya api neraka yang akan dirasakan jika tidak menutup aurat.

Adapun kolot, biarlah penampilan terlihat kolot atau seperti karung goni berjalan, tapi begitulah cara wanita mendekatkan diri pada Yang kuasa. Buat apa orang berdecak kagum pada penampilan kita tapi malah mengundang murka Allah ‘Azza wa Jalla.  Jika memang teroris adalah orang-orang  yang konsisten dengan agamanya maka saya sebagai penulis adalah teroris!

Akankah Kita Menyita Waktu?

Dalam kehidupan dunia tidak ada yang kekal. Kita yang akan meninggalkannya atau dia yang akan meninggalkan kita. Sekaya apapun kita pastilah kita akan berpisah dengan kekayaan kita tersebut. Kita yang meninggalknnya atau dia yang akan meninggalkan kita.

Kasihan diri kita cape-cape mengumpulkan harta ternyata orang lain yang menikmatinya. Kita keburu meninggal, meninggalkan istri dan kekayaan, kemudian istri yang cantik diambil orang serta harta hasil jerih payah kita dinikmatinya.

Akankah kita bersusah payah mengais rezeki tanpa perduli waktu? Diantara waktu itu ada jadwal ibadah yang sudah diatur oleh Sang Khaliq yang tak boleh terlewatkan. Seakan kita tak punya aturan kehidupan yang mengikat kita. Kita seolah makhluk yang berkaki empat, makan terus kerjanya.

Wasiat Ali Bin Abi Tholib

يا حارث, الحق لا يرف بالرجال, اعرف الحق تعرف اهله

Berkata Imam Ali ra: ” Wahai Harits! Kebenaran itu tidak dikenal dengan orang orang, kenalilah kebenaran niscaya kamu akan tahu siapa  berada di pihak yang benar.”

Pernyataan seorang khalifah arrasyid ini tidak menafikan pentingnya guru, karena lewat gurulah kita bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tapi beliau mengingatkan jangan sampai guru guru itu kita jadikan sebagai ukuran kebenaran segala sesuatu, apa saja yang dari guru itulah yang benar, dan dianggap salah apabila tidak berasal dari guru tersebut atau bertentangan dengan ucapan sang guru tanpa melihat dalilnya .

Semuanya adalah Gambaran

Semua yang ada di dunia ini adalah gambaran kehidupan akhirat. Semuanya diadakan oleh Allah عز و جل  tidak sia-sia, selain merupakan nikmat, juga merupakan gambaran yang akan kita  temui diakhirat nanti. Terik matahari yang kita rasakan disiang bolong adalah gambaran dimana kita akan merasakan teriknya disaat kita berada di padang mahsyar, matahari tepat dekat diatas kepala kita. Jika didunia keringat yang keluar dari tubuh kita tidak lebih dari besar jagung dan banyaknya tidak lebih dari segelas air. Kalau dipadang mahsyar ada yang tenggelam dengan keringatnya.

Sakit yang kita rasakan di dunia, ada jedahnya, ada masa sembuhnya, ada obat yang dicari sebagai penawar penyakit yang dirasa dan adapula yang menjenguk dan menghibur. Kalau diakhirat, jika kita termasuk orang yang merasakan sakit di sana, maka tidak ada jedah, tidak ada obat penawar, tidak ada orang yang menjenguk, tidak ada penghibur di sana. Hanya ada bentakan, hanya ada pedih bertambah pedih. Kulit yang membungkus tubuh kita akan menjadi masak oleh api yang bergejolak, dan berganti baru lagi, dan menjadi masak lagi dan begitu seterusnya.

Jika di dunia kita merasa terpuaskan dengan air yang diteguk setelah dahaga yang menerpa, dan kita merasa  itulah nikmat yang yang besar waktu itu. Diakhirat, jika kita termasuk orang yang meminum dari telaga kautsar Muhammad Nabi akhir zaman maka kita tidak akan merasa dahaga setelah itu. Berbeda dengan air di dunia, pasti kita merasa dahaga setelah kita kecapean bekerja walaupun sebelumnya kita telah meminum air berkali kali.

Semua kita pasti telah melihat pohon kelapa hibrida, pohon yang biasanya bisa mencapai 60 meter(kira kira) bisa menjadi ukuran dua meter(kira kira juga), nah bayangkan pohon disurga yang buahnya mudah dijangkau oleh orang yang memetiknya, tak perlu manjat, tak perlu susah- susah cari tangga agar mudah menggapainya.

Jika ada obat yang ditawarkan atau terapi untuk memperlama dalam berhubungan sex maka kita tergerak ingin membelinya walau harus mengeluarkan kocek kita dengan tidak sedikit. Semanjur- manjur terapi  tetap pasti akan berujung kelemahan, dan ketidak berdayaan, alias loyo. Atau jika memang bisa tetap kuat, tapi tidak menjamin kepuasan pasangan kita. Kenyataan di surga berbeda dengan  didunia, di surga kita memiliki kekuatan seratus laki-laki, dan pasangan kitapun memiliki kekuatan yang serupa,  makin lama berhubungan dengan pasangan disurga maka makin enak rasanya dan makin kuat kita dibuatnya. Dan pasangan kita juga menikmati alunan gaya kita. Tidak ada kata kata bosan. Dan terjamin selalu keperawanan pasangan di surga.

Masih banyak lagi kenyataan didunia yang kita lihat adalah merupakan gambaran kenikmatan atau kesukaran diakhirat kelak. Haruslah kita, dengan gambaran gambaran itu dapat mengambil pelajaran dan menjadi insaf hingga menjadi orang yang baik di dunia dan di akhirat. Dan tentunya apa yang kita dapati di dunia tidaklah sebanding dengan yang akan kita peroleh diakhirat. Sakit, terbakar, tertawa, pisang, susu, arak, wanita, keperawanan, dan lain lainnya, tidaklah sama hakekatnya antara yang ada di dunia dan di akhirat kelak.