Tadzkiir

sebuah tanggapan …….

FAKTAkan yang Haq walau FAhit aKibaTnyA

Tetapi bila aku diam engkau diam, kapan mereka tahu ?

Turatsi..Wadah Ikhwaniyyah Keceplosan?

TUROTSI DAN WAHDAH IKHWANIYYAH BERGANDENGAN TANGAN?Bismillah. Suatu ketika, ada pertanyaan masuk kepada seorang Akabir Irsyadiyyun mengenai Wahdah Islamiyyah (bagi yang mengetahui organisasi ini tentu akan lebih fasih jika melafalkannya sebagai WADAH IKHWANIYYAH). Berikut pertanyaan yang masuk ke “mufti” CTPAT didikan Amerika tersebut: yahyamaya Berkata: Juli 18, 2007 pada 6:31 am assalamualaikum… kemarin saya lihat situs salafy.wordpress.com saya pikir salaf bener tp saya lihat kok seperti tidak salafi. ternyata di kolom komentar kemarin saya lihat ternyata situs itu punya orang wahdah islami. mau tanya wahdah islamiyah itu apa ?Di lain hari, masuk lagi pertanyaan yang “belum sempat” dijawabnya. Berikut teks pertanyaan dan jawaban sang “mufti”:abuabdurrahman80 Berkata: September 7, 2007 pada 11:42 am Assalamu’alaikum, Abu Salma saudaraku seIslam, di Daerah saya ada kajian dari ustadz Yayasan Wahdah Islamiyah yang kadang-kadang mengundang masyaikh dari Arab Saudi. Selain itu ada juga kajian salafi yang diasuh ustadz dari Muntilan. Dan ada juga majelis taklim salafi yang terkadang mengundang Ustadz Yazid, Abu Qatadah, Abu Sa’ad dll, hanya saja yang terakhir disebut ini belum ada kajian akhwatnya. Jadi adik saya suruh ngaji di dua kajian yang disebut pertama karena saya pikir toh yang dikaji juga Kitab-kitab Dakwah Salafiyah dan sambil belajar bahasa Arab. Namun ketika di Yogya saya bertemu dengan ikhwan dari LBIA Al Atsary yang mengatakan sebaiknya jangan ngaji dengan ustadz yang terkait organisasi Wahdah karena memiliki pemikiran menyimpang (khawarij). Saya sendiri tidak melihat penyimpangan tersebut pada diri ustadz (Wahdah) itu. Mohon saran Al Akh Abu Salma bagaimana sebaiknya. Wa’alaikumus salam pertanyaan antum insya Alloh ana jawab via email. Begitulah kepiawaian jawaban diplomatis dan “sirr” dari si “mufti” blog ini, “ana jawab via email”. Takut berbeda pendapat dengan narasumber LBIA Al Atsary yang telah terlanjur mengecap Wahdah dengan pemikiran khawarijnya? Takut dituduh haddadi dan munaffirin karena jawabannya diketahui oleh para pembaca blognya? Atau takut jika umat mengetahui penyimpangan Wahdah Islamiyyah? Atau …takut ketahuan siapa saja teman-teman dakwah Wahdah Islamiyyah? Wallahu a’lam. Selengkapnya… Sekira hari Rabu, tanggal 30 Januari 2008 yang lalu, penulis dibuat terkejut dengan publikasi “persatuan”, antara Wahdah Islamiyyah Pusat (Makassar) dengan panitia Al Madinah Internasional University (MEDIU) cabang Jogjakarta yang salah satunya, Dr. Ali Musri Semjan Putra Abu Hasan Al Maidani, Lc, MA dkk (Dosen Sekolah Tinggi Islam Imam Syafi’i, Jember yang beralamat situs www.muslim.or.id ). Dalam rilisnya[1], Wahdah Islamiyyah menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP WI, H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc menghadiri undangan khusus Rektor MEDIU, Prof. Dr. Muh. Khalifah Al Tamimi, di Jogjakarta, Sabtu 27 Januari 2008 yang silam. Dalam pertemuan tersebut, pihak Al Madinah International University menawarkan kerjasama kepada Ustadz Zaitun untuk membuka perwakilan Universitas Islam Online (E-Learning) di Makassar. Namun ada yang aneh ‘bin ajaib’, kalau kita buka artikel tersebut dengan alamat aslinya [2], artikel berjudul “Universitas Islam Online Akan dibuka di Makassar” pada hari ini, tanggal 4 Februari 2008, tidak akan tampil. “Anda tidak diperkenankan melihat perbendaharaan ini. Anda perlu login”, karena publikasi Wahdah Islamiyyah ini telah ‘terlarang’ untuk dilihat publik. Lantas kita mencoba login, tetap saja pesan yang ditampilkan menjadi : “Anda tidak diperkenankan melihat perbendaharaan ini.” Ada apa gerangan ??? Alhamdulillah, sebelum artikel tersebut menjadi hidden bagi khalayak dengan sebab ada pihak-pihak yang keberatan dengan ditayangkannya artikel tersebut, penulis sempat menekan “screen shot” dan menyimpan bukti bahwa artikel “Universitas Islam Online Akan dibuka di Makassar” tersebut pernah ada dimuat di website Wahdah Islamiyyah, sbb : 1. http://img514.imageshack.us/img514/4350/univmadinahcabmakassarhi8.jpg – screen shot artikel terkait 2. http://img120.imageshack.us/img120/392/univmadinahcabmakassarcew2.jpg – screen shot artikel terkait dengan bantuan Google Cache 3. http://img214.imageshack.us/img214/5401/univmadinahcabmakassarpbq5.jpg – screen shot artikel terkait di situs aslinya versi PDF 4. http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1009 – alamat asli artikel dalam format PDF yang masih dapat dibuka sampai hari ini, tanggal 4 Februari 2008 Apabila kita simak tanggal pertemuan tsb, sama persis ketika Prof. Dr. Muh. Khalifah Al Tamimi mewawancarai para peserta tes masuk MEDIU di Jogjakarta yang ditentukan juga para hari Ahad tanggal 27 Januari 2007. Disamping rilis tersebut tertulis nyata, maka kita dapat meyakini bahwa rilis Wahdah Islamiyyah benar adanya. Kali ini penulis hendak menyampaikan terlebih dahulu tentang organisasi Wahdah Islamiyyah (WI), mungkin diantara pembaca baru sekilas mengetahuinya. Organisasi WI yang diketuai Muhammad Zaitun Rasmin, Lc seperti yang telah dijelaskan asatidzah, diantaranya Al Ustadz Dzulqarnain (Makassar) [3], Al Ustadz Askari (Balikpapan) [4], memiliki banyak penyimpangan. Diantaranya melakukan demonstrasi, membolehkan demokrasi dan terlibat didalamnya, partai politik, pemilu, membolehkan berbilangnya jama’ah/aliran, membela tokoh hizbi seperti Safar Hawali, Salman Al Audah [5], Muhammad Quthub, Sayyid Quthb dll. Dari situsnya sendiri, WI tidak dapat menutupi jati-dirinya yang mengaku bermanhaj Salaf, namun ternyata menebarkan pemikiran Quthbi, Sururi alias Ikhwanul Muslimin dan melakukan kerjasama dengan hizbi dan tokohnya dan menyerang pengusung dakwah Salafiyyah itu sendiri. Seperti dalam artikelnya berjudul “Mayoritas Yang Tak Berkualitas” yang merujuk pada tulisan Muhammad Quthub [6], Sayyid Quthb pada tulisan “Wanita dan Pologami [7], “Untaian Nasihat Tuk Para Pejuang di Jalan Da’wah” [8] dll. Tertera jelas Wahdah Islamiyah memakai pada angka “2/3″ yang menunjukkan praktek demokrasi, salah satunya di pasal 13 Bab XI Penetapan dan Perubahan, Wahdah Islamiyyah menetapkan AD-ARTnya berbunyi, “1. Penetapan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Wahdah Islamiyah dilakukan melalui muktamar dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 peserta yang hadir.”[9] Bahkan Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany, anggota Dewan Syariah WI sekaligus staf editor Departemen Redaksi Pustaka Al Kautsar Jakarta, menulis sinis tentang dakwah Salafiyyah yang dimuat situs WI dengan tulisan berjudul “Gerakan Salafi Modern Di Indonesia”. Tulisan tersebut ditulis saat ybs masih menempuh program S-2 Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Kajian Timur Tengah dan Islam, kekhususan Kajian Islam, dengan Beasiswa Budaya dan Masyarakat di Indonesia kerjasama The Indonesian International Education Foundation (IIEF) – dengan yayasan yang paling getol mendanai kegiatan Yahudi dan mengusung paham Liberal – Ford Foundation. Pembaca bisa menilai, sangat tidak aneh bukan ? Seseorang yang didanai yayasan kuffar Ford Foundation lantas menyerang para asatidzah dan ulama Ahlussunnah, para pembela Islam. Juga seorang editor Pustaka Al Kautsar yang terkenal menerbitkan buku yang mencibir atas dakwah Salafiyyah dan para dainya, yakni yang berjudul “Siapa Teroris ? Siapa Khawarij ?” karya Abduh Zulfidar Akaha, Lc, atau Al Kautsar Grup – Hujjah Press yang berjudul “Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 1 & 2″ yang ditulis Abu Abdirrahman Al Thalibi. [10] Kiranya hal ini dapat memberikan informasi jelas bahwa gerakan Wahdah Islamiyah dan tokohnya ternyata justru membenci dakwah pemahaman As Salaf Ash-Shalih, tidak sesuai dengan AD-ARTnya sendiri. Adapun kiprah dakwah Wahdah Islamiyyah tidak hanya di Makassar saja, cabang-cabangnya telah banyak di Indonesia, termasuk di Jogjakarta. yang diketuai oleh Ridhwan Hamidi, Lc. Hal ini nampak jelas dalam publikasi Wahdah sendiri di situsnya yang menyebutkan Ridwan adalah ketuanya, simak screen shot yang kami simpan sbb : 1. http://img135.imageshack.us/img135/1265/ridwanhamidiwahdahjogjajj4.jpg – disebutkan “Ust. Ridwan Hamidi, Lc (Wahdah Cabang Yogyakarta)” dalam artikel Ustadz Zaitun Bertemu Ketua MUI Bandung[11] 2. http://img245.imageshack.us/img245/1875/ridwanhamidiwahdahjogjaim9.jpg – disebutkan “Ridwan Hamidi, Lc mewakili Cabang Yokyakarta” dalam artikel “Pengurus Wahdah Temui Wapres Jusuf Kalla” [12] 3. http://img180.imageshack.us/img180/1589/ridwanhamidiwahdahjogjavt1.jpg – disebutkan “hub. ustadz Ridwan Hamidi, Lc Ketua Pengurus Wahdah Yokyakarta (08122775559)” Da’i Wahdah Islamiyyah Ridhwan Hamidi, Lc di Jogjakarta cukup aktif dalam berbagai tempat di Jogjakarta. Selain mengampu mata kuliah Muammalah di UII [13], juga aktif di majalah Swara Quran terbitan PP Taruna Al Quran alias L-Data (Lembaga Dakwah Talim Jakarta) cabang Jogjakarta. Simak terkait Ridhwan Hamidi dalam artikel berjudul Empat Puluh Satu Informasi tentang Ridwan Hamidi [14]. Ridwan Hamidi, Lc juga aktif sebagai ketua Yayasan Pesantren Al Madinah Yogyakarta yang belakangan ini menerbitkan situs www.belajarislam.com.[15] Salah satu program yayasan Al Madinah dan Ridwan Hamidi ini yakni mengelola pondok mahasiswa Ma’had Al Madinah Yogyakarta, Pusat Studi & Dakwah Islam Mahasiswa (PUSDAM) Al-Shohwah, Madrasah Tarbiyah Al Shohwah dll. Dalam kegiatannya di Al Madinah, Ridwan dibantu oleh Abu Abdirrahman, Qashim Atha dll. Sedangkan dalam pergaulannya, Ridhwan Hamidi akrab dengan Aris Munandar, SS, sesama dai Taruna Al Quran/L-Data yang aktif di LBI Al Atsary Jogjakarta.[16] Penulis hanya berandai-andai, apakah lantaran Ridhwan akrab dengan Aris Munandar – da’i LBI Al Atsary-, lantas atasannya di Wahdah Islamiyyah, Zaitun diundang khusus oleh rektor MEDIU – Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi – pada hari tes wawancara masuk Pesantren Virtual Al-Madinah Internasional / Al-Madinah International University (MEDIU) ? Ataukah lantaran Ridwan Hamidi, ketua Wahdah Islamiyyah cabang Jogjakarta – alumnus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah ini – pada waktu tes wawancara masuk Universitas Islam Madinah, pengujinya Dr. Muhammad ibn Khalifah Al Tamimy, sehingga Wahdah Islamiyyah Makassar dipercaya untuk cabang Makassar ?[17] Walhasil, terjadilah pertemuan tersebut. Hizbiyyun ikhwaniyyun Wahdah Islamiyyah makin menggurita bertepuk dada, Turotsi-pun tak kalah bangganya. Kenapa? Fakta telah berbicara, mereka “berdua” bernasib sama, bergandeng tangan menerima “rejeki nomplok” dari rektor MEDIU, Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi dengan Pesantren Virtual Al-Madinah Internasionalnya / Al-Madinah International University (MEDIU). Akankah kita iri melihatnya? Tentu tidak wahai saudara-saudara. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Abu Abdillah Ibrahim Footnote: [1] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1009 [2] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1009&Itemid=53 [3] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Al Atsariyyah, CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain, Nasihat Ilmiah Tentang Penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) Makassar. Kontak tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id 085652119189. http://tasjilat.wordpress.com/2007/10/31/katalog-tasjilat-al-atsariyyah/15/ [4] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Ilmi, (0274) 8972 14, 0813 2822 5541, CD-53 Al Ustadz Abu Karimah Askari terkait kesesatan Wahdah Islamiyyah, http://www.cddakwah-online.com/ [5] Dengarkan CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain dari tasjilat Al Atsariyyah [6] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=60 [7] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=545&Itemid=60 [8] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=588&Itemid=60 [9] http://www.wahdah.or.id/wahdah/images/stories/AD_ART.pdf [10] Nama aslinya Joko Waskito, nama aliasnya cukup banyak, diantaranya Abu Abdurrahman At Thalibi, Abu Abdurrahman Qowiy alias Abu Abdurrahman Al Qowiy alias AA. Qowiy alias Abdurrahman Nusantari alias Abdurrahman Nusantary alias Al Nusantari alias Anwar Shiddiq alias Abu Abdurrahman Nusantari alias Abu Abdurrahman An Nusantari. Alamat rumah: Pondok Mutiara VI No. 4, Cibabat, Cimahi. Tempat tanggal lahir: Malang, tanggal 20 Juli 1972. Studi: SD, SMP, SMA dirampungkan di Malang. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Malang (1 tahun). Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor (4 tahun). Orang inilah yang pernah menulis buku berjudul “Hakikat Ikwanul Muslimin (IM)” dengan menggunakan nama samaran Anwar Shiddiq, Penerbit independent: UISP, diedarkan secara terbatas. Lihat juga: http://fakta.blogsome.com/2007/01/16/siapakah-abu-abdirrahman-al-thalibi-lelaki-dibalik-cadar/ [11] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=952&Itemid=53 [12] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=824&Itemid=0 [13] http://www.klasiber.uii.ac.id/course/info.php?id=107101505 [14] http://fakta.blogsome.com/2007/02/10/empat-puluh-satu-informasi-tentang-ridwan-hamidi/ [15] ampak alamat yayasan Al Madinah di: http://img230.imageshack.us/img230/2223/alamatalmadinahnt2.jpg [16] Simak artikel tentang LBI Al Atsary ini di http://fakta.blogsome.com/2007/12/26/lbia-lembaga-satelit-yayasan-majelis-at-turots-al-islami/ [17] http://img85.imageshack.us/img85/3725/ridwanhamidimuhammadihsln9.jpg

TANGGAPAN UNTUK TULISAN DI ATAS

1. Inilah geliat orang-orang yang selalu mencari-cari kesalahan seudaranya bahkan inilah cara dia mengisi kekosongan waktu.

2. dia sengaja membuka-buka web atau blog saudaranya bukan untuk mengambil faidah tapi mencari celah untuk menyudutkan saudaranya.

3. keterkejutannya terhadap “persatuan” atau kerjasama atau ta’awun sesame da’i membuat kita bertanya-tanya “tidak pahamkah dia pentingnya ta’awun dalam mengusung dakwah salafiyah ini?”

4. bagi orang yang paham terhadap dasar-dasar agama, tidak terkejut terhadap ta’awun antar sesame kaum Muslimin, yang harus membuat kita terkejut adalah pepecahan di tengah-tengah para pengusung dakwah salafiyah.

5. kami tidak menafikan terjadinya perpecahan di tengah-tengah ummat, karena jelas hal tersebut disebutkan dalam Hadits shahih.

6. tapi jangan berdalilkan dengan hadits tersebut, kita memperbesar jurang perbedaan, padahal perbedaan tersebut bisa ditolerir adanya. Artinya masalahnya adalah majal untuk berijtihad sehingga setiap orang memilih ijtihad ulama yang pendapatnya dianggap kuat dalam masalah tersebut. Misalnya, bolehnya tampil di TV, sebagaimana fatwah Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, tapi bagi Ust. DzulQarnain hal ini dijadikan poin untuk mentahdzir seseorang, dengarkan kaset beliau “menyingkap kesesatan WI”, bagi orang yang paham tentang kaidah dakwah maka tahdzir ini perlu ditahdzir ( bagi anda yang memandang bahwa tahdzir adalah sesuatu yang tercela ada baiknya mendengarkan kaset ini dan kini sudah dizidikan, karena didalamnya banyak faidah yang bisa diambil karena disertai kaedah dan dalil dalil dalam mentahdzir dan semoga Allah meluruskan langkah kita semua dan kepada Ustadz DzulQarnain hafidzohullah agar lebih ikhlash dalam mentahzdir dan lebih lebih kepada pengikutnya ).

7. kami tidak menafikan pentingnya tahdzir itu bagian dari dakwah, tapi jangan kita arahkan corongnya ke sesama para pengusung dakwah salafiyah, atau mungkin kalian ingin mempersempit Rahmat Allah yang luas dengan membatasi dakwah salafiyah hanya dari kamu dan untuk kamu, Astaghfirullah….

8. jangan membuat kaidah baru, “siapa yang tidak ikut mentahdzir maka ikut ditahdzir, siapa saja yang tidak mentahdzir syaikh Salman, syaikh Safar, syaikh Umar bin Nashir, Syaikh Al Qorni maka ikut ditahdzir, Inna lillah wainna ilaihi roji’un.

9. tahdzir mereka jadikan alat pengukur layak tidaknya seseorang diambil ilmunya siapa yang telah kena tajdzir maka aib dijadikan rujukan, maka barang siapa yang mengambilnya sebagai rujukan maka akan tertahdzir juga.

10. orang yang telah melakukan suatu kesalahan, maka tidak menghalangi kita untuk mengambil manfaat darinya, jika itu terjadi maka tidak ada yang pantas kita ambil ilmunya, tidak Ibnu Hajar yang telah melakukan penyimpangan dalam masalah akidah tentang pena’wilan asma’ washifat, tidak juga imam Nawawi yang melakukan hal yang sama dalam masalah akidah. Kitab-kitab keduanya sangat banyak bertebaran, banyak dibaca oleh para ulama dan para penuntut ilmu, Fathulbari, oleh Ibnu Hajar Rahmatullahi alaihi Syarh Shahih Bukhari dan Al-Minhaj oleh imam Nawawi Rahimahulullah Syarh shahih Muslim dijadikan rujukan oleh para ulama.

Tentang kedua ulama tersebut, lihat apa yang diungkapkan oleh Syaikh Utsaimin: “….Maka Imam Nawawi tidak disangsikan lagi bahwa orang ini juru nasihat , dia memiliki sumbangsih yang benar untuk islam, hal ini menunjukkan diterimanya Kitab Kitabnya sehingga kamu tidak akan menemukan satu masjidpun kecuali didalamnya ada dibaca kitab “Riyaadhush sholihin”. Ini menunjukan diterimanya[karya karya beliau], tidak disangsikan bahwa beliau seorang penasihat, akan tetapi beliau tersalah dalam pena’wilan ayat ayat shifat dimana beliau meniti jalannya orang orang yang mena’wilkan ayat ayat shifat , apakah kita menyebut beliau seorang ahli bid’ah? Kami jawab perkataannya adalah bid’ah akan tetapi beliau bukanlah ahli bid’ah, karena pada hakekatnya pena’wil ,sedangkan pena’wil jika bersalah dalam ijtihadnya maka berpahala bagaimana mungkin kita menyebutnya sebagai ahli bid’ah dan menjadikan orang orang agar lari darinya [tidak memanfaatkan buku buku beliau], perkataan bukan yang mengatakan [hukuman terhadap perkataan tidak sama dengan hukuman terhadap yang mengatakan], terkadang orang mengucapkan kata kufur sedangkan dia tidaklah kafir. Tidaklah kamu perhatikan seorang laki laki yang kehilangan tunggangannya [yang membawa perbekalannya ] sampai dia putus asa [lantaran kehilangan tunggangan tersebut ] lantas dia tidur dibawa pohon menanti ajalnya ,maka tiba tiba tunggangannya tersebut sudah berada dihadapannya , segera ia menangkapnya lantas berkata karena girangnya” ya Allah Engkau hambaku dan aku adalah Tuhanmu, kata kata ini adalah kata kata kufur , tapi dia tidaklah kafir , bersabda Nabi SAW : ” Dia tersalah karena sangat girangnya ,“ tidaklah kalian perhatikan bahwa orang tersebut benci terhadap kekafiran baik ucapan ataupun perbuatan maka apakah dia kafir.? Jawabnya: tidak , perkataan adalah kafir dan perbuatan adalah kafir tapi yang berkata ini atau yang berbuat ini tidaklah kafir karena dia benci terhadap kekafiran . Tidaklah kalian perhatikan seorang yang melampaui batas, dia berkata kepada keluarganya :” Jika aku meninggal nanti ,bakarlah aku dan biarkan aku (beterbangan debu tubuhku) dilautan, demi Allah jika Allah menguasakan untuk mengadzabku maka Dia tidak berkuasa seperti mengadzab orang lain , dia menyangka dengan cara tersebut[membakar diri] selamat dari adzab Allah , ini adalah keraguan terhadap kekuasaan Allah ‘AZZA WA JALLA, dan ragu akan kekuasaan Allah adalah kufur, akan tetapi orang ini tidaklah kafir[karenanya]. Allah AZZA WA JALLA menyatukan [seluruh unsur tubuh]nyadan bertanya padanya : “ Kenapa engkau berbuat demikian? dia berkata karena takut padaMu. Dalam riwayat yang Lain: lantaran takut padaMu, maka [karena jawabannnya itu] Allah mengampuni orang tersebut. Adapun Hafidz yang kedua adalah Ibnu Hajar rahm. Ibnu Hajar sesuai yang sampai pada pengetahuanku dia itu plinplan dalam kenyataannya, terkadang dia meniti jalan salaf dan terkadang dia meniti jalan ta’wil yang menurut penglihatan kita itu adalah penyimpangan” . contoh keduanya, apa mungkin kita mencela keduanya?

Selamanya (tidak), akan tetapi kita tidak mungkin menerima kesalahan keduanya, kesalahan keduanya adalah seuatu (yang lain) dan ijtihadnya adalah sesuatu yang lain pula. Kukatakan ini karena dua tahun atau tiga tahun terakhir ini muncul satu geliat menyerang dua ulama ini dengan serangan yang keras, mereka berkata wajib membakar Fathul Baariy dan Syarh Shohih Muslim, ini adalah keterlenaan dan bangga terhadap diri sendiri dan meremehkan orang lain.

Bid’ah Mukaffirah (yang membuat kafir orangnya) atau Mufassiqah (yang menyebabkan Fasiq) tidak serta merta kita menghukumi orangnya kafir atau fasik sampai ditegakkan hujjah baginya, karena Allah berfirman

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (Al-Qoshosh 59).

Allah azza wajalla berfirman (Tiadalah Kami menurunkan adzab sampai Kami mengutus seorang rasul) (Al-Isra 15), jika sekiranya seorang manusia itu kafir walaupun belum ditegakkan hujjah padanya maka pasti diadzab. Allah azza wa jalla berfirman: (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.{An Nisa : Ayat 165} Ayat-ayat tentang ini banyak sekali, seharusnya kita berhati-hati dan jangan tergesa-gesa, jangan kita mengatakan pada seseorang yang membawa satu kebid’ahan diantara ribuan sunnah yang dibawanya bahwa orang tersebut ahli bid’ah . Apakah sah kita menisbatkan kedua ulama ini dan semisalnya pada Asyaa’irah (orang-orang yang berpaham asy’ariyah) dan kita katakana keduanya termasuk orang-orang asya’irah? Jawabannya : tidak, karena asya’irah memiliki madzhab tersendiri yang memiliki beberapa penyimpangan tentang asma’ wasifat dan iman dan keadaan akhirat. Amat bagus apa yang ditulis oleh saudara kami Safar Al Hawali tentang apa yang diketahuinya mengenai madzhab mereka, karena kebanyakan manusia tidak paham tentang mereka kecuali (yang mereka tahu) adalah mereka menyelisihi salaf dalam bab asma washifat, padahal mereka memiliki penyimpangan-penyimpangan yang banyak.”{selesai nukilan}.dinukil dari syarah hadits al-arba’in An-Nawawiyyah oleh Syaikh Al Utsaimin Halaman 289-290, penjelasan hadits ke -28 cet:daarutsurayya linnsyr………..Baca komentar dibawah ini, dinukil dari: http://ibnulahiya.wordpress.com/komentar-singkat-terhadap-tulisan-%E2%80%9Cturotsi-dan-wahdah-ikhwaniyyah-bergandengan-tangan%E2%80%9D/!

Semua yang dicetak miring adalah tulisan MPU-PKPD

KOMENTAR SINGKAT TERHADAP TULISAN

TUROTSI DAN WAHDAH IKHWANIYYAH BERGANDENGAN TANGAN?”

Ditulis, Dikoreksi dan Ditelaah oleh

Majelis Perkhidmatan Untuk Pembelaan Kehormatan Para Dai’

(MPU-PKPD)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Dari Abu Abdirrahman Ad Dury Kepada saudaraku Abu Abdillah Ibrahim. Kami sedikit memberikan komentar, kesimpulan umum dan nasehat terhadap tulisan saudara harap diperhatikan dengan seksama dan penuh kelapangan hati! Semoga Allah membukakan hati antum untuk menerimanya dan menjadikan kita menjadi dai’ yang mengajak kepada Sunnah .

TUROTSI DAN WAHDAH IKHWANIYYAH BERGANDENGAN TANGAN1

1Penjudulan saudara cukup tendensius untuk menyerang orang lain yang berseberangan dengan anda. Dan juga penuh dengan nuansa sentimental sebenarnya judul ini dapat dipermak menjadi lebih ringan bahasanya tanpa harus menggunakan majaz sarkasme.

Bismillah. Suatu ketika, ada pertanyaan masuk kepada seorang Akabir Irsyadiyyun mengenai Wahdah Islamiyyah (bagi yang mengetahui organisasi ini tentu akan lebih fasih jika melafalkannya sebagai WADAH IKHWANIYYAH).

Biasanya orang-orang Yahudilah yang sangat pandai memelintirkan suatu perkataan dan ungkapan yang bermakna yang baik kepada makna yang buruk/batil.

Berikut pertanyaan yang masuk ke “mufti” CTPAT didikan Amerika tersebut: yahyamaya Berkata: Juli 18, 2007 pada 6:31 am assalamualaikum… kemarin saya lihat situs salafy.wordpress.com saya pikir salaf bener tp saya lihat kok seperti tidak salafi. ternyata di kolom komentar kemarin saya lihat ternyata situs itu punya orang wahdah islami. mau tanya wahdah islamiyah itu apa ?

Di lain hari, masuk lagi pertanyaan yang “belum sempat” dijawabnya. Berikut teks pertanyaan dan jawaban sang “mufti”:

abuabdurrahman80 Berkata: September 7, 2007 pada 11:42 am Assalamu’alaikum, Abu Salma saudaraku seIslam, di Daerah saya ada kajian dari ustadz Yayasan Wahdah Islamiyah yang kadang-kadang mengundang masyaikh dari Arab Saudi. Selain itu ada juga kajian salafi yang diasuh ustadz dari Muntilan. Dan ada juga majelis taklim salafi yang terkadang mengundang Ustadz Yazid, Abu Qatadah, Abu Sa’ad dll, hanya saja yang terakhir disebut ini belum ada kajian akhwatnya. Jadi adik saya suruh ngaji di dua kajian yang disebut pertama karena saya pikir toh yang dikaji juga Kitab-kitab Dakwah Salafiyah dan sambil belajar bahasa Arab. Namun ketika di Yogya saya bertemu dengan ikhwan dari LBIA Al Atsary yang mengatakan sebaiknya jangan ngaji dengan ustadz yang terkait organisasi Wahdah karena memiliki pemikiran menyimpang (khawarij). Saya sendiri tidak melihat penyimpangan tersebut pada diri ustadz (Wahdah) itu. Mohon saran Al Akh Abu Salma bagaimana sebaiknya.

  1. Situs salafy.wordpress.com tidak ada hubungannya dengan Wahdah Islamiyah

  2. Coba tunjukkan bukti bahwa Wahdah Islamiyah tidak memiliki pemikiran khawarij

Wa’alaikumus salam pertanyaan antum insya Alloh ana jawab via email.

Begitulah kepiawaian jawaban diplomatis dan “sirr” dari si “mufti” blog ini, “ana jawab via email”. Takut berbeda pendapat dengan narasumber LBIA Al Atsary yang telah terlanjur mengecap Wahdah dengan pemikiran khawarijnya? Takut dituduh haddadi dan munaffirin karena jawabannya diketahui oleh para pembaca blognya? Atau takut jika umat mengetahui penyimpangan Wahdah Islamiyyah? Atau …takut ketahuan siapa saja teman-teman dakwah Wahdah Islamiyyah? Wallahu a’lam.

  1. Saudaraku, antum telah mendahulukan prasangka buruk kepada saudara seislammu yang berbeda pendapat dengan antum!

  2. Antum telah memvonis seseorang tanpa disertai keterangan yang jelas hanya sekedar persangkaan dan bukti bukti kecil sebagian yang masih membutuhkan penafsiran atau klarifikasi ulang terhadap pemilik perkataan!

  3. Kata-katamu kok begitu kasar seperti manusia yang tidak pernah belajar etika dan adab (baduy) padahal kamu mengaku pengikut orang saleh terdahulu yang dikenal dengan kemuliaan akhlaqnya.

  4. Salafussholih juga membantah ahlibid’ah di zaman dahulu, tapi persoalannya sekarang semua orang atau kelompok antum kategorikan sebagai ahli bid’ah

  5. Alih-alih ingin menegakkan kebenaran maka antum bersikap keras tapi hujjah antum sangat lemah hanya dilandasi dengan persangkaan.

Selengkapnya…

Sekira hari Rabu, tanggal 30 Januari 2008 yang lalu, penulis dibuat terkejut dengan publikasi “persatuan”, antara Wahdah Islamiyyah Pusat (Makassar) dengan panitia Al Madinah Internasional University (MEDIU) cabang Jogjakarta yang salah satunya, Dr. Ali Musri Semjan Putra Abu Hasan Al Maidani, Lc, MA dkk (Dosen Sekolah Tinggi Islam Imam Syafi’i, Jember yang beralamat situs www.muslim.or.id ).

Saudaraku bertasbih dan memujilah kepada Allah atas nikmat Allah telah dikaruniakan kepada saudaramu seislam, mudah-mudahan keterkejutan antum adalah wujud kebanggaan karena saudara-saudara antum semakin dekat kepda jalan haq dan manhaj yang lurus,

Dalam rilisnya[1], Wahdah Islamiyyah menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP WI, H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc menghadiri undangan khusus Rektor MEDIU, Prof. Dr. Muh. Khalifah Al Tamimi, di Jogjakarta, Sabtu 27 Januari 2008 yang silam. Dalam pertemuan tersebut, pihak Al Madinah International University menawarkan kerjasama kepada Ustadz Zaitun untuk membuka perwakilan Universitas Islam Online (E-Learning) di Makassar.

Namun ada yang aneh ‘bin ajaib’, kalau kita buka artikel tersebut dengan alamat aslinya [2], artikel berjudul “Universitas Islam Online Akan dibuka di Makassar” pada hari ini, tanggal 4 Februari 2008, tidak akan tampil. “Anda tidak diperkenankan melihat perbendaharaan ini. Anda perlu login”, karena publikasi Wahdah Islamiyyah ini telah ‘terlarang’ untuk dilihat publik. Lantas kita mencoba login, tetap saja pesan yang ditampilkan menjadi : “Anda tidak diperkenankan melihat perbendaharaan ini.” Ada apa gerangan ???

  1. Ana akan menjawab pertanyaan antum secara naluri fitrah yang lurus bahwa boleh jadi, terjadi kerusakan sistem pada situs yang anta buka atau terjadi kesalahan teknis sehingga antum tidak dapat mengaksesnya dengan baik atau bahkan tidak dapat sama sekali.

  2. Seandainya situs ini memang terlarang untuk diakses ana balik bertanya kepada anta apa urusan antum dengannya? Haruskah semua urusan orang antum tahu atau menimal melapor kepada anta agar memperoleh rekomendasi emas akan kesalafiayahannya dari anta?

Alhamdulillah, sebelum artikel tersebut menjadi hidden bagi khalayak dengan sebab ada pihak-pihak yang keberatan dengan ditayangkannya artikel tersebut, penulis sempat menekan “screen shot” dan menyimpan bukti bahwa artikel “Universitas Islam Online Akan dibuka di Makassar” tersebut pernah ada dimuat di website Wahdah Islamiyyah, sbb :

  1. Lagi-lagi antum menduga padahal dalam ayat dikatakan (yang artinya) sesungguhnya sebagian prasangka adalah dusta

  2. Bukti yang anta kumpulkan bermaksud benar bahwa antum berusaha menjatuhkan saudara anta (ini bukan dugaanku tetapi pengakuan anta sendiri silahkan telaah pembahasan anta selanjutnya)

  3. Ada apa akhi jika ia dibuka di Makassar? Apakah anta tidak ingin jika saudara-saudara seislammu di Makassar dapat mencicipi ilmu Islam secara langsung online dari masyaikh Saudi?

1. http://img514.imageshack.us/img514/4350/univmadinahcabmakassarhi8.jpg – screen shot artikel terkait 2. http://img120.imageshack.us/img120/392/univmadinahcabmakassarcew2.jpg – screen shot artikel terkait dengan bantuan Google Cache 3. http://img214.imageshack.us/img214/5401/univmadinahcabmakassarpbq5.jpg – screen shot artikel terkait di situs aslinya versi PDF 4. http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1009 – alamat asli artikel dalam format PDF yang masih dapat dibuka sampai hari ini, tanggal 4 Februari 2008

Apabila kita simak tanggal pertemuan tsb, sama persis ketika Prof. Dr. Muh. Khalifah Al Tamimi mewawancarai para peserta tes masuk MEDIU di Jogjakarta yang ditentukan juga para hari Ahad tanggal 27 Januari 2007. Disamping rilis tersebut tertulis nyata, maka kita dapat meyakini bahwa rilis Wahdah Islamiyyah benar adanya.

Kali ini penulis hendak menyampaikan terlebih dahulu tentang organisasi Wahdah Islamiyyah (WI), mungkin diantara pembaca baru sekilas mengetahuinya. Organisasi WI yang diketuai Muhammad Zaitun Rasmin, Lc seperti yang telah dijelaskan asatidzah, diantaranya Al Ustadz Dzulqarnain (Makassar) [3], Al Ustadz Askari (Balikpapan) [4], memiliki banyak penyimpangan. Diantaranya melakukan demonstrasi, membolehkan demokrasi dan terlibat didalamnya, partai politik, pemilu, membolehkan berbilangnya jama’ah/aliran, membela tokoh hizbi seperti Safar Hawali, Salman Al Audah [5], Muhammad Quthub, Sayyid Quthb dll.

Penjelasan Dzulqornain dan Askari tentang Wahdah Islamiyah adalah dusta belaka dan tidak terbukti sama sekali! coba anta bandingkan sendiri tuduhan-tuduhan yang dilontarkan dengan realita di Wahdah Islamiyah! Dusta kan? Mana buktinya? Atau nanti hari kiamat baru dibuktikan? Atau tanya sendiri diantara asatidzah dari Wahdah Islamiyah atau pengurusnya sekalian!

Dzul dan Askari ngaku keluar dari Wahdah tapi mereka sendiri bukan pengurus Wahdah Islamiyah(ana dapat memberikan bukti nyata dan menghadirkan saksinya)? Mungkin mereka pernah bergabung bersama mereka orang Wahdah Islamiyah tetapi itu ketika masih bernama Yayasan Fathul Muin yang telah berubah nama menjadi Wahdah Islamiyah dan telah melakukan perbaikan besar dalam manhaj dan aqidah mereka setelah mereka asatidz kembali belajar dari Madinah.

Dari situsnya sendiri, WI tidak dapat menutupi jati-dirinya yang mengaku bermanhaj Salaf, namun ternyata menebarkan pemikiran Quthbi, Sururi alias Ikhwanul Muslimin dan melakukan kerjasama dengan hizbi dan tokohnya dan menyerang pengusung dakwah Salafiyyah itu sendiri. Seperti dalam artikelnya berjudul “Mayoritas Yang Tak Berkualitas” yang merujuk pada tulisan Muhammad Quthub [6], Sayyid Quthb pada tulisan “Wanita dan Pologami [7], “Untaian Nasihat Tuk Para Pejuang di Jalan Da’wah” [8] dll.

Ada apa jika mereka sedikit menukil perkataan Muhammad Quthub, Sayyid Qutb (jika memang benar) bukankah kebenaran adalah milik kaum muslimin? Bahkan orangkafir pun dapat diambil perkataannya jika benar (tentunya sesuai dengan ukuran standar Al Qur’an dan As Sunnah yang Shohih)

Bagiman dengan para ulama rabbaniy yang juga menukil perkataan orang seperti diatas? Ana tidak perlu sebutkan namanya karena nampaknya berat bagi penentang- penentang Muhammad Quthub, Sayyid Qutb untuk menerimanya dan ana khawatir tuduhan batil lagi dialamatkan kepada mereka.

Tertera jelas Wahdah Islamiyah memakai pada angka “2/3″ yang menunjukkan praktek demokrasi, salah satunya di pasal 13 Bab XI Penetapan dan Perubahan, Wahdah Islamiyyah menetapkan AD-ARTnya berbunyi, “1. Penetapan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Wahdah Islamiyah dilakukan melalui muktamar dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 peserta yang hadir.”[9]

Apa salahnya jika yang melakkukan voting adalah orang-orang berilmu lagian voting juga bagi mereka benar-benar jalan terakhir? Yang salah jika voting diterapkan juga bagi orang jahil dikumpulkan bersama orang berilmu? Apakah antum sudah membaca sirah sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam?

Bahkan Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany, anggota Dewan Syariah WI sekaligus staf editor Departemen Redaksi Pustaka Al Kautsar Jakarta, menulis sinis tentang dakwah Salafiyyah yang dimuat situs WI dengan tulisan berjudul “Gerakan Salafi Modern Di Indonesia”. Tulisan tersebut ditulis saat ybs masih menempuh program S-2 Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Kajian Timur Tengah dan Islam, kekhususan Kajian Islam, dengan Beasiswa Budaya dan Masyarakat di Indonesia kerjasama The Indonesian International Education Foundation (IIEF) – dengan yayasan yang paling getol mendanai kegiatan Yahudi dan mengusung paham Liberal – Ford Foundation.

Pembaca bisa menilai, sangat tidak aneh bukan ? Seseorang yang didanai yayasan kuffar Ford Foundation lantas menyerang para asatidzah dan ulama Ahlussunnah, para pembela Islam. Juga seorang editor Pustaka Al Kautsar yang terkenal menerbitkan buku yang mencibir atas dakwah Salafiyyah dan para dainya, yakni yang berjudul “Siapa Teroris ? Siapa Khawarij ?” karya Abduh Zulfidar Akaha, Lc, atau Al Kautsar Grup – Hujjah Press yang berjudul “Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 1 & 2″ yang ditulis Abu Abdirrahman Al Thalibi. [10]

  1. Sebaiknya antum berdialog dulu dengan orang yang antum vonis baru menjatuhkan hukuman kalaulah sekiranya tidak adalagi syubhat penghalang antara kamu dan beliau.

  2. Ana sudah sebutkan diawal antum hanya menduga-duga saja ataupun kalau antum menilai itu valid hanya dengan mengumpulkan artikel dan tulisan seputar itu tanpa menanyakan atau konfirmasi dengan orang tertuduh? Apakah antum sudah mempraktekkan metode nasehat —jadil billati hiya ahsan— dalam Kitabullah? Baca dan tadabbur ayat dulu akhi!

  3. Kalau memang terbukti bersalah—menurut antum— apakah antum tidak berusaha mencarikan saudara antum udzur????

Kiranya hal ini dapat memberikan informasi jelas bahwa gerakan Wahdah Islamiyah dan tokohnya ternyata justru membenci dakwah pemahaman As Salaf Ash-Shalih, tidak sesuai dengan AD-ARTnya sendiri.

Hipotesis antum tentang : kontradiksi antara AD/ART Wahdah Islamiyah dan bahwa gerakan Wahdah Islamiyah dan tokohnya ternyata justru membenci dakwah pemahaman As Salaf Ash-Shalih belum terbukti sama sekali.

Adapun kiprah dakwah Wahdah Islamiyyah tidak hanya di Makassar saja, cabang-cabangnya telah banyak di Indonesia, termasuk di Jogjakarta. Yang diketuai oleh Ridhwan Hamidi, Lc. Hal ini nampak jelas dalam publikasi Wahdah sendiri di situsnya yang menyebutkan Ridwan adalah ketuanya, simak screen shot yang kami simpan sbb : 1. http://img135.imageshack.us/img135/1265/ridwanhamidiwahdahjogjajj4.jpg – disebutkan “Ust. Ridwan Hamidi, Lc (Wahdah Cabang Yogyakarta)” dalam artikel Ustadz Zaitun Bertemu Ketua MUI Bandung[11] 2. http://img245.imageshack.us/img245/1875/ridwanhamidiwahdahjogjaim9.jpg – disebutkan “Ridwan Hamidi, Lc mewakili Cabang Yokyakarta” dalam artikel “Pengurus Wahdah Temui Wapres Jusuf Kalla” [12] 3. http://img180.imageshack.us/img180/1589/ridwanhamidiwahdahjogjavt1.jpg – disebutkan “hub. Ustadz Ridwan Hamidi, Lc Ketua Pengurus Wahdah Yokyakarta (08122775559)”

Da’I Wahdah Islamiyyah Ridhwan Hamidi, Lc di Jogjakarta cukup aktif dalam berbagai tempat di Jogjakarta. Selain mengampu mata kuliah Muammalah di UII [13], juga aktif di majalah Swara Quran terbitan PP Taruna Al Quran alias L-Data (Lembaga Dakwah Talim Jakarta) cabang Jogjakarta. Simak terkait Ridhwan Hamidi dalam artikel berjudul Empat Puluh Satu Informasi tentang Ridwan Hamidi [14].

Ridwan Hamidi, Lc juga aktif sebagai ketua Yayasan Pesantren Al Madinah Yogyakarta yang belakangan ini menerbitkan situs www.belajarislam.com.[15] Salah satu program yayasan Al Madinah dan Ridwan Hamidi ini yakni mengelola pondok mahasiswa Ma’had Al Madinah Yogyakarta, Pusat Studi & Dakwah Islam Mahasiswa (PUSDAM) Al-Shohwah, Madrasah Tarbiyah Al Shohwah dll. Dalam kegiatannya di Al Madinah, Ridwan dibantu oleh Abu Abdirrahman, Qashim Atha dll. Sedangkan dalam pergaulannya, Ridhwan Hamidi akrab dengan Aris Munandar, SS, sesama dai Taruna Al Quran/L-Data yang aktif di LBI Al Atsary Jogjakarta.[16]

Kasus Ustadz Ridwan Hamidi kurang lebih sama dengan kasus Ustad Muh. Ihsan Zainuddin baca kembali nasehat saya diatas!

Penulis hanya berandai-andai, apakah lantaran Ridhwan akrab dengan Aris Munandar – da’I LBI Al Atsary-, lantas atasannya di Wahdah Islamiyyah, Zaitun diundang khusus oleh rektor MEDIU – Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi – pada hari tes wawancara masuk Pesantren Virtual Al-Madinah Internasional / Al-Madinah International University (MEDIU) ? Ataukah lantaran Ridwan Hamidi, ketua Wahdah Islamiyyah cabang Jogjakarta – alumnus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah ini – pada waktu tes wawancara masuk Universitas Islam Madinah, pengujinya Dr. Muhammad ibn Khalifah Al Tamimy, sehingga Wahdah Islamiyyah Makassar dipercaya untuk cabang Makassar ?[17]

Untuk perkataan anta : Penulis hanya berandai-andai

  1. Anta sudah berandai-andai yang buruk BEERTENTANGAN DENGAN HADITS YANG MELARANG BERANDAI-ANDAI

  2. Tolong pelajari dan amalkan dulu haditsnya!

  3. Jika benar andai antum apanya yang salah?

Walhasil, terjadilah pertemuan tersebut. Hizbiyyun ikhwaniyyun Wahdah Islamiyyah makin menggurita bertepuk dada, Turotsi-pun tak kalah bangganya. Kenapa? Fakta telah berbicara, mereka “berdua” bernasib sama, bergandeng tangan menerima “rejeki nomplok” dari rektor MEDIU, Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi dengan Pesantren Virtual Al-Madinah Internasionalnya / Al-Madinah International University (MEDIU). Akankah kita iri melihatnya? Tentu tidak wahai saudara-saudara. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Qadarallah, Allah mempertemukan mereka, Allah mengaruniakan kepada mereka rezeki yang ada dan bukan di taqdirkan untuk anta. Allah memberikan juga anta rezeki- Nya tetapi tidak sebanyak mereka. Ana tidak memvonis anta iri namun mari kita berhati-hati dan WASPADALAH agar tidak terjatuh dalam penyakit mematikandan menghanguskan (ukhuwah)sebagaimana api melalap kayu bakar itu!!!!!!

Abu Abdillah Ibrahim

Nama anta indah, bersikaplahbenar-benar seperti Ibrahim dan Abdullah yang disifatkann dalam Al Qur’an dan As Sunnah! Footnote: [1] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1009 [2] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1009&Itemid=53 [3] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Al Atsariyyah, CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain, Nasihat Ilmiah Tentang Penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) Makassar. Kontak tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id 085652119189. http://tasjilat.wordpress.com/2007/10/31/katalog-tasjilat-al-atsariyyah/15/ [4] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Ilmi, (0274) 8972 14, 0813 2822 5541, CD-53 Al Ustadz Abu Karimah Askari terkait kesesatan Wahdah Islamiyyah, http://www.cddakwah-online.com/ [5] Dengarkan CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain dari tasjilat Al Atsariyyah

Maraji CD antum adalah matrukussanad, periwayatnya goncang tidak dapat diterima pengkabarannya. [6] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=60 [7] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=545&Itemid=60 [8] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=588&Itemid=60 [9] http://www.wahdah.or.id/wahdah/images/stories/AD_ART.pdf [10] Nama aslinya Joko Waskito, nama aliasnya cukup banyak, diantaranya Abu Abdurrahman At Thalibi, Abu Abdurrahman Qowiy alias Abu Abdurrahman Al Qowiy alias AA. Qowiy alias Abdurrahman Nusantari alias Abdurrahman Nusantary alias Al Nusantari alias Anwar Shiddiq alias Abu Abdurrahman Nusantari alias Abu Abdurrahman An Nusantari. Alamat rumah: Pondok Mutiara VI No. 4, Cibabat, Cimahi. Tempat tanggal lahir: Malang, tanggal 20 Juli 1972. Studi: SD, SMP, SMA dirampungkan di Malang. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Malang (1 tahun). Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor (4 tahun). Orang inilah yang pernah menulis buku berjudul “Hakikat Ikwanul Muslimin (IM)” dengan menggunakan nama samaran Anwar Shiddiq, Penerbit independent: UISP, diedarkan secara terbatas. Lihat juga: http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2007/02/14/siapa-abdirrahman-al-thalibi/ [11] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=952&Itemid=53 [12] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=824&Itemid=0 [13] http://www.klasiber.uii.ac.id/course/info.php?id=107101505 [14] http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2007/03/04/empat-puluh-satu-informasi-tentang-ridwan-hamidi/ [15] ampak alamat yayasan Al Madinah di: http://img230.imageshack.us/img230/2223/alamatalmadinahnt2.jpg [16] Simak artikel tentang LBI Al Atsary ini di http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2008/01/02/lbia-lembaga-satelit-yayasan-majelis-at-turots-al-islami/ [17] http://img85.imageshack.us/img85/3725/ridwanhamidimuhammadihsln9.jpg

Posted in Bukti & Fakta, Umum.

KESIMPULAN UMUM

Terhadap tulisan anta yang ana telaah :

  1. Tidak memiliki bobot ilmiah sama sekali

  2. Apakah tulisan anta tidak banyak dihiasi dengan ungkapan-ungkapan tendensi/sentimen pribadi?

  3. Dapatkah tulisan anta dipertanggungn jawabkan di dunia dan akhirat kelak?

  4. Tidak seperti ini metode para ulama rabbaniy

  5. Pekerjaan anta ini sangat menggembirakan orang kuffar, munafiq, dan zindiq.

  6. Berapa banyak dai yang harus anta cemarkan nama baiknya?

  7. Haruskah nama mereka diurut sedetail-detailnya untuk mengorek aibnya yang bersifat pribadi???

NASEHAT EMAS

  1. Bertaubatlah kepada Allah dengan menghentikan hujatan-hujatanmu yang memecah belah umat Islam dan mencemarkan kehormatan para dai!

  2. Menangislah sejadi-jadinya atas kesalahanmu ini dan buatlah tulisan untuk ruju’ dari perkataanmu semula sebelum mereka yang terdholimi meminta pertanggungjawabannya kelak!

  3. Salafiy bukan milik kamu dan kelompokmu tapi milik umat Islam.

  4. Pekerjaan membuat tulisan keji seperti ini tidak memberi manfaat kepada ummat kecuali mungkin sangat sedikit sekali.

  5. Masih banyak pekerjaan umat Islam masih perlu diselesaikan! Belajarlah dulu kaidah-kaidah ushul dalam dien ini! Nampaknya antum masih rapuh dalam memahami perkara ushuluddin, dasar-dasar hadits, qowaid muamalah, qowaid mashalih mursalah dan perkara lain yang sangat urgen!

  6. Lihatlah para ahlul bid’ah para penentang sunnah diluar yang telah berpesta pora bersorak sorai melihat perbuatan antum!

  7. Apakah antum harus membantu orang kafir untuk mengurangi pekerjaan mereka atau membuat para orang kafir sedikit beristirahat dari pekerjaan mereka dalam memecah belah umat!

  8. Membantah ahli bid’ah disyariatkan tetapi apakah semua orang dapat dicap ahlibid’ah jika berseberangan pendapat dengan antum dalam perkara ijtihadiyah?

  9. Masih banyak sarana dakwah yang bermanfaat dapat antum kerjakan seperti mengajarkan pokok-pokok dari dien ini kepada manusia melaui internet.

  10. Berdakwalah kepada Allah dengan cara yang terbaik dan bijaksana! Jangan membuat lari!

—Hadaniyallahuwaiyyakum—

4 Tanggapan

  1. Assalamu ‘Alaikum,
    Bener juga sih, dan gaya begini nih, sudah banyak menjangkiti para thullabul ‘ilmi. kacian banget tuh! orang kayak gini, lebih kacian lagi yang taklid sama dia. kacian deh lu…

  2. waalaikumussalam warahmatullah
    Kesatuan islamiah akan terbangun jika ada usaha untuk membangunnya. bukan atas dasar saling menyalahkan dan saling menjatuhkan vonis sebelum tegak hujjah. itupun kita harus hati2 dakam menghukumi orang kain yang masih samar2.
    waffaqanallahu.

  3. Assalamu alaikum, jalan2 blogwalking… kaefa haluk ahlu gorontalowy?

    postingnya mantap

  4. Assalamu alaikum. Bisa artikelnya di copy trus di muat di web ana?


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan sebuah tanggapan